1 PEMANFAATAN LUMPUR SIDOARJO PADA PEMBUATAN BATA RINGAN NON STRUKTURAL DENGAN METODE CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE (CLC) Gerardus Abi 1 , Billy Susilo 2 , Antoni 3 , Djwantoro Hardjito 4 ABSTRAK : Penelitian terhadap pemanfaatan lumpur Sidoarjo telah banyak dilakukan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa lumpur Sidoarjo dapat digunakan sebagai material pozzolan karena kaya kandungan silika (SiO2) dan alumina (Al2O3). Pada penelitian ini, lumpur Sidoarjo dimanfaatkan dalam pembuatan bata ringan non-struktural dengan metode cellular lightwieght concrete (CLC). Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bata ringan ini adalah harus memenuhi syarat ASTM C 869, yaitu kuat tekan > 1.4 MPa, dry density < 700 kg/m 3 dan water absorption < 25% berdasarkan volume. Variabel penelitiannya adalah perbandingan volume foam agent : air, perbandingan massa foam : cementitious material dan penambahan pasir silika sebagai agregat halus untuk mengurangi penggunaan pasta campuran. Dari hasil penelitian, perbandingan volume foam agent : air yang memenuhi syarat ASTM C 869 adalah 1 : 50. Bila dibandingkan dengan bata ringan tanpa pasir silika, penambahan pasir silika menyebabkan kuat tekan berkurang dan water absorption lebih tinggi, untuk dry density yang relatif sama. KATA KUNCI : bata ringan CLC, lumpur Sidoarjo, fly ash, pasir silika 1. PENDAHULUAN Lumpur Sidoarjo berawal dari kesalahan proses pengeboran oleh PT. Lapindo Brantas. Fenomena lumpur Sidoarjo ini mendapat perhatian sebagai semburan lumpur vulkanik terbesar di dunia. Karena jumlah volume lumpur yang hampir tidak terbatas, para peneliti berusaha mencari cara agar lumpur tersebut bisa dimanfaatkan. Hasil penelitian membuktikan bahwa komposisi utama dari Lumpur Sidoarjo adalah SiO2, Al2O3 and Fe2O3, dimana total ketiganya lebih dari 80% dari keseluruhan, dengan SiO2 ~55%, Al2O3 ~20%, dan Fe2O3 ~ 10% (Hardjito & Antoni, 2013). Kandungan Si yang berlimpah tersebut membuat lumpur Sidoarjo dapat berpotensi sebagai bahan mentah untuk material pozzolan. Jika dibandingkan dengan material pozzolan yang umum dipakai seperti fly ash, lumpur Sidoarjo ini bersifat kurang reaktif karena berbentuk kristal, sehingga harus diproses dulu agar bersifat reaktif. Proses yang dilakukan pada lumpur Sidoarjo terdiri atas 3 tahap, yaitu: Lumpur Sidoarjo dioven dengan suhu 110 o C selama 1 hari. pembakaran dengan suhu antara 600 o C 800 o C selama 6 jam, tahap berikutnya adalah penggilingan lumpur Sidoarjo hingga berukuran kurang dari 63μm. Ketiga tahap tersebut bertujuan agar lumpur Sidoarjo bersifat reaktif. 1 Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra, vebrianusabi@gmail.com 2 Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra, Billy_susilo@ymail.com 3 Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Krsiten Petra, antoni@petra.ac.id 4 Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra, djwantoro.h@petra.ac.id