Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol. 5 No. 2, Juli 2018 54 STUDI TEMPORAL PERTUMBUHAN EKONOMI DAN POLUSI UDARA. STUDI KASUS: DKI JAKARTA, SEMARANG, DAN SURABAYA PADA TAHUN 2005-2015 Kurniawan Budi Santoso 1 , Lukman Hakim 1 , Esya Racha Ningrum 2 , Wirastuti Widyatmanti 1 1 Prodi Kartografi dan Penginderaan Jauh,Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 2 Prodi Geografi dan Ilmu Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ABSTRAK Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang mendominasi pasar Asia pada 2050. Namun, proses perkembangan ekonomi cenderung berdampak buruk terhadap kondisi lingkungan. Untuk itu, hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan dampak lingkungan menjadi penting untuk dikaji sehingga pemerintah daerah dapat mengimplementasikan peraturan yang tepat sasaran pada sektor-sektor tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh intensitas kegiatan ekonomi terhadap lingkungan melalui parameter Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai parameter ekonomi dan Aerosol Optical Thickness (AOT) sebagai parameter polusi lingkungan di tiga kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Semarang, dan Surabaya pada periode 2005-2015. Metode yang digunakan dalam penilaian hubungan tersebut adalah analisis statistik regresi. Diagram pencar hasil regresi kemudian dicocokan dengan hipotesis Environtmental Kuznet Curve (EKC). Hubungan antara PDRB dan AOT secara lebih lanjut dianalisis melalui dua pendekatan 1) Persentase kontribusi tiap sektor penyumbang PDRB; dan 2) Perubahan penggunaan lahan pada kota. Hasil menunjukkan bahwa bentuk hubungan yang terjadi pada tiga lokasi kajian adalah polynomial orde 3 dengan kecenderungan meningkat pada DKI Jakarta dan Kota Semarang serta kecenderungan menurun pada Kota Surabaya. Nilai R2 tertinggi berturut-turut ditemukan pada Kota Semarang sebesar 0.7074, DKI Jakarta sebesar 0.5223, dan Kota Surabaya sebesar 0,414. Berdasarkan hipotesis EKC diketahui bahwa perkembangan industri Kota Semarang berada pada tahap Pre-Industrial, DKI Jakarta pada tahap Industrial, dan Kota Surabaya pada tahap Post-Industrial. Hasil analisis menunjukan bahwa besaran AOT tidak hanya berkaitan dengan industri ditinjau dari nilai ekonomi yang dihasilkan, malinkan juga sektor industri yang ditinjau secara spasial. Kata kunci: Aerosol Optical Thickness, Environtmental Kuznet Curve, Produk Domestik Regional Bruto, Industri, Penggunaan Lahan ABSTRACT Indonesia is projected to be one among dominating forces in Asian market by 2050. However, the process of economic growth tends to affect the environmental conditions. Hence, the relationship between economic growth and environmental impacts becomes important to be examined so that the stakeholder could apply the best regulations. This study aims to examine the effect of the intensity of economic activity on the environment through the parameters of Gross Regional Domestic Product (GRDP) as economic parameters and Aerosol Optical Thickness (AOT) as environmental pollution parameters in three big cities in Indonesia: Jakarta, Semarang, and Surabaya during 2005 -2015. The method used in the relationship assessment is the statistical analysis of regression. The scatter diagram of the regression results is then matched with Environtmental Kuznet Curve (EKC) hypothesis. We then analyze further the relationship between GRDP and AOT using following approaches 1) Persentage contribution of each economic sector to GRDP; and 2) Land use dynamics in the cities. The result showed that the relation between AOT and PDRB in the three study sites took the 3rd order polynomial form with tendency of increasing in DKI Jakarta and Semarang and decreasing in Surabaya. The highest value of R2 was found in Semarang at 0.7074, DKI Jakarta at 0.5223, and Surabaya at 0.414. Based on the EKC hypothesis, it is known that industrial development of Semarang is in Pre-Industrial stage, while DKI Jakarta in Industrial stage, and Surabaya City at Post Industrial stage. The result of analysis shows that the value of AOT is not only related to the industrial sector by number of economic value, but also industrial sector viewed at spatial perspective. Keywords: Aerosol Optical Thickness, Environtmental Kuznet Curve, Gross Regional Domestic Product, Industry, Land Use