Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan http://ejournal.stikesmuhgombong.ac.id Volume 17 No 1, Juni 2021, Hal. 48-55 P-ISSN 1858-0696 DOI: 10.26753/jikk.v17i1.472 E-ISSN 2598-9855 48 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PENANGANAN DYSMENORRHEA PADA REMAJA DI SMPN 1 BALEENDAH Nden Ayu Pratiwi 1 , Ariani Fatmawati 2 *, Nina Gartika 3 1 Program Studi Sarjana Keperawatan, STIKes Aisyiyah Bandung, 2 Program Studi Diploma III Keperawatan, STIKes Aisyiyah Bandung, 3 Program Studi Sarjana Keperawatan, STIKes Aisyiyah Bandung *e-mail: rianiners@gmail.com Abstract Keywords: audiovisual, dysmenorrhea, menstruasi, remaja putri Keluhan yang sering dialami oleh remaja saat menstruasi adalah dysmenorrhea. Pengetahuan dan sikap remaja untuk mengatasinya masih kurang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan melalui audiovisual terhadap tingkat pengetahuan dan sikap penanganan dysmenorrhea pada remaja. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis pre experimental dengan rancangan one group pretest posttest without control. Teknik sampling dengan purposive sampling sebanyak 30 orang responden. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner pengetahuan dengan uji validitas 0,390-0,957 dan uji reliabilitas 0,936 dan kuesioner sikap dengan hasil uji validitas 0,404-0,708 dan uji reliabilitas 0.840. Kritetria inklusi pada penelitian ini yaitu siswi yang mengalami dysmenorrhea, dan tidak memiliki penyakit ginekologi. Hasil penelitian pengetahuan responden sebelum intervensi 47% memiliki pengetahuan kurang dan setelah intervensi 73% memiliki pengetahuan baik dan sikap sebelum intervensi berada dalam kategori negatif 70% dan setelah intervensi berada dalam kategori positif 83%. Hasil uji statistik wilcoxon didapatkan nilai p value= 0,000 (p value ≤ 0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan melalui media audiovisual. Saran dalam penelitian ini dapat menjadi referensi untuk memberikan pendidikan kesehatan melalui audiovisual bagi remaja. Pihak sekolah dapat memfasilitasi kegiatan tersebut dan bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat. PENDAHULUAN Dysmenorrhea merupakan nyeri yang dirasakan sebelum menstruasi, pada saat menstruasi atau setelah menstruasi (Reeder 2013). Dysmenorrhea dirasakan seperti kram karena kontraksi otot-otot halus pada uterus (Anurogo, 2011). Dysmenorrhea yang dialami remaja umunya bukan karena penyakit, dan disebut dysmenorrhea primer (Sinaga Ernawati, et all., 2017). Prevalensi dysmenorrhea dalam beberapa penelitian menunjukkan frekuensi yang cukup tinggi. Menurut WHO (2013) melaporkan kejadian dysmenorrhea di dunia sebanyak 1.769.425 jiwa. Dysmenorreha dengan prevalensi terbesar di dunia pada remaja