65 Dwi Putri Oktaviani et al(Manfaat Mengonsumsi Air Zam-Zam DOI. 10.23971/tf.v5i1.2485 p-ISSN 2580-7056; e-ISSN 2580-7064 JURNAL TRANSFORMATIF http://e-journal.iain-palangkaraya.ac.id/index.php/TF Vol. 5, No. 1 April 2021 MANFAAT MENGONSUMSI AIR ZAM-ZAM DALAM PERSFEKTIF ISLAM DAN SAINS Dwi Putri Oktaviani 1 , Agus Fakhruddin 2 Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia dwiputrioktaviani@upi.edu, agusfakhruddin@upi.edu Abstract: Zam-zam water is water that appeared in the period of Prophet Ismail as., Long before the birth of Prophet Muhammad SAW. Zam-zam water has received testimony and direct justification from the Prophet Muhammad as the best water on earth which contains many benefits. Explicitly, the properties of zam-zam water are listed in the hadith, which is considered authentic quality according to scholars. The article examines the existence of zam-zam water from a hadith perspective and a scientific perspective. In the hadith perspective. This article also examines the benefits of Zamzam water, through a scientific approach, zam-zam water will be more deeply researched so that a scientific fact can be found that the substances contained and molecules arranged in zam-zam water is better than other substances or water molecules. . So, the Prophet Muhammad's justification for zam-zam water is proven by the truth of the facts of modern scientific research. Keywords: Zamzam water, science Meskipun sumber air dunia terbatas, dan sumber yang ada menipis dengan cepat, ada sumber air bernama Zamzam yang menyediakan air bagi milyaran orang. Bagi umat Islam, itu adalah air suci, yang telah memuaskan dahaga orang sejak awal sejarah manusia. Sumber air ini berada di kawasan Mekah, salah satu kota paling suci bagi umat Islam. Kota ini terletak di bagian barat Arab Saudi sekitar 70 km sebelah selatan kota Jeddah di pesisir Laut Merah. Secara geografis dapat ditemukan pada garis lintang 21 o 26’’ 48’ N, garis bujur 39 o 53’’ 46’ BT, dengan ketinggian sekitar 1399 kaki di atas permukaan laut. (Al-Gamal, 2008) Air zam zam sendiri pertama kali muncul saat Nabi Ibrahim bersama istrinya, Siti Hajar dan anaknya yang masih bayi Nabi Ismail sedang ada di perjalanan dan persediaan makanan mereka habis. Nabi Ismail yang masih bayi terus menangis di tempat yang tidak ada seorang pun itu karena kehausan. Melihat anaknya yang terus menangis, Siti Hajar berusaha mencari air dengan berlari dari Bukit Safa ke Bukit Marwah terus menerus. Tercatat Siti Hajar berlari sebanyak 7 kali. Dan inilah yang kemudian menjadi rukun haji saat ini. Setelah itu, atas izin Allah kaki kecil Nabi Ismail menghentak ke tanah dan muncul lah mata air yang