TURBO Vol. 7 No. 1. 2018 p-ISSN: 2301-6663, e-ISSN: 2477-250X Jurnal Teknik Mesin Univ. Muhammadiyah Metro URL: http://ojs.ummetro.ac.id/index.php/turbo 48 ANALISIS KEKUATAN MEKANIK EXHAUST COVER KOMPOSIT HYBRID UNTUK SEPEDA MOTOR DENGAN METODE VACUUM INFUSION Andika Wisnujati 1 , Ferriawan Yudhanto 2 Program Studi D3 Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Lingkar Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia andikawisnujati@umy.ac.id 1 , ferriawanyudhanto123@yahoo.com 2 Abstrak Penelitian ini membahas proses pembuatan cover knalpot sepeda motor Honda Beat dengan menggunakan komposit hybrid bahan serat alam (serat rami) dan serat sintetis (fiber glass). Metode yang digunakan dalam pembuatan produk adalah metode vacuum infusion dengan pola aliran samping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat produk cover knalpot yang ringan dan memiliki kekuatan yang tinggi. Matriks yang digunakan adalah Unsaturated Polyester Resin (UPR) dari PT. Justus Kimia Raya. Sifat kekuatan bahan dapat diketahui dengan melakukan pengujian tarik standar ASTM D638 dan pengujian impact charpy ASTM D5942. Hasil pengujian tarik sebesar 139,46 Mpa, dan pengujian impak didapatkan nilai sebesar 0,0527 J/mm 2 . Selain itu produk komposit hybrid yang dihasilkan lebih ringan dan sifat lebih ulet dibanding cover knalpot pada produk sepeda motor Honda Beat genuine part. Kata kunci: Komposit, Vacuum Infusion, Serat Rami, Uji Tarik, Uji Impak. Pendahuluan Pemakaian logam khususnya baja sebagai bahan baku dalam dunia manufaktur dan konstruksi mulai berkurang seiring dengan perkembangan teknologi dan pertimbangan terhadap masalah lingkungan dalam pengembangan material teknik. Material komposit khususnya dengan penguatan serat alam mulai dikembangakan karena meningkatnya kebutuhan akan material yang kuat, ringan, tahan korosi, murah dan ramah lingkungan [1]. Serat alami (natural fiber) adalah serat yang berasal dari tumbuhan atau hewan yang bersulur-sulur seperti benang. Untuk mendapatkan bentuk serat, diperlukan beberapa tahap pemrosesan tergantung pada karakter bahan dasarnya. Serat dari tumbuhan antara lain kapas, pelepah pisang, enceng gondok, dan rami. Sedangkan serat dari hewan misalnya wool, sutra, dan bulu burung. Dengan demikian subsitusi penggunaan bahan-bahan sintetis dengan bahan alami yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui menjadi persyaratan produk. Pemanfaatan bahan-bahan alami ini terutama serat untuk media penguatan belum banyak diaplikasikan pada bagian struktur yang mampu menerima beban dari luar khususnya untuk aplikasi-aplikasi khusus. Penggunaan serat alam sebagai penguat pada material komposit polimer memberikan beberapa keuntungan karena serat alam memiliki massa jenis yang rendah, mampu terbiodegradasi, mudah didaur ulang, harga murah serta memiliki sifat mekanik yang baik dan dapat diperbaharui karena berasal dari alam. Serat rami merupakan tanaman yang memiliki kandungan serat yang tinggi. Pemanfaatan serat rami di Indonesia pada saat ini hanya sebatas sebagai bahan dasar pembuatan pakaian, kertas dan alat rumah tangga yang sederhana dan murah. Tentunya akan mempunyai nilai lebih, jika serat tersebut dapat digunakan untuk menggantikan serat non alam yang selama