JURNAL TEKNIK ITS Vol. 7, No. 2, (2018) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) C263 Abstrak—Pantai Paseban merupakan salah satu pantai di Kabupaten Jember yang memiliki daya tarik baik dari segi wisata alam maupun budaya. Namun, potensi tersebut belum dikembangkan dengan optimal. Dimana terdapat kerusakan ekosistem mangrove dan adanya ancaman penambangan pasir besi yang akan dilakukan oleh pihak swasta sedangkan nilai ekonomi pasir besi yang tinggi menyebabkan masyarakat tergiur untuk melakukan penambangan serta pendapatan nelayan sekitar yang masih tergolong kecil. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif yang terjadi yaitu melalui arahan pengembangan wisata dimana responden penelitian dilakukan kepada empat responden yang terdiri dari kelompok pemerintah, swasta, dan masyarakat. Guna mencapai hal tersebut diperlukan identifikasi karakteristik melalui content analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik kawasan wisata Pantai Paseban belum memenuhi prinsip pariwisata keberlanjutan khususnya dari segi lingkungan dimana lingkungan pantai belum dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan wisata, masih adanya ancaman penambangan pasir besi, belum ada upaya untuk mengurangi abrasi dan kendaraan pribadi, pelayanan jaringan listrik yang belum memanfaatkan SDA, pembuangan limbah warung makan dan kamar mandi umum yang langsung ke tanah, penggunaan iar tanah sebagai sumber pelayanan air bersih, serta upaya pemusnahan sampah dengan cara dibakar. Sedangkan aspek sosial dan ekonomi memiliki kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan aspek lingkungan. Kata Kunci—Content Analysis, Karakteristik, Pantai Paseban, Pariwisata Berkelanjutan. I. PENDAHULUAN ARIWISATA alam memiliki tingkat pertumbuhan yang paling besar dibandingkan dengan pariwisata lainnya dengan nilai pertumbuhan sebesar 20% dari total perjalanan internasional [1]. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia yaitu 99,093 km. Dengan luasnya kawasan pesisir tersebut, Indonesia memanfaatkan potensi tersebut untuk dikembangkan menjadi kegiatan pariwisata pantai. Menurut dokumen [2], Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang di arahkan pengembangannya dalam sektor pariwisata. Keberadaan wilayah pesisir menyebabkan Kabupaten Jember memiliki potensi kelautan yang cukup besar. Potensi kelautan ini kemudian dimanfaatkan sebagai salah satu kawasan wisata alam berupa pantai salah satunya yaitu Pantai Paseban. Pantai Paseban memiliki keunikan di bandingkan dengan pantai-pantai lainnya di Kabupaten Jember baik keunikan dari daya tarik wisata alam maupun daya tarik wisata budaya. Daya tarik wisata alam yang dimiliki Pantai Paseban yaitu pantai pasir besi halus dan bukit pasir hitam, terdapat kebun semangka, dan tempat yang strategis untuk melihat Pulau Nusa Barong. Sedangkan daya tarik wisata budaya yang ada meliputi petik laut, tanggap wayang, dan pekan raya yang berlangsung setiap tanggal 1-10 Syawal [3]. Sayangnya, potensi yang ada belum dikembangkan secara optimal [2]. Ekosistem mangrove yang merupakan salah satu potensi daya tarik wisata saat ini mengalami kerusakan. Hal tersebut dapat dilihat bahwa pada tahun 2016 sebaran mangrove seluas 2 ha [4], namun kerapatan hutan mangrove saat ini seluas 0 ha. Selain itu, pada tahun 2010 terdapat ancaman penambangan pasir besi yang akan dilakukan oleh PT. Dwi Agita Sejahtera. Pada hal, berdasarkan dokumen [5] menjelaskan bahwa kawasan pariwisata pantai tidak diperuntukkan untuk kegiatan penambangan pasir besi. Disisi lain, kondisi substrat Pantai Paseban yang merupakan pasir besi memiliki nilai ekonomi yang tinggi [3]. Hal tersebut menyebabkan adanya ketertarikan bagi masyarakat setempat untuk melakukan penambangan. Selain itu, pendapatan nelayan sekitar juga masih tergolong kecil [6]. Melihat beberapa permasalahan di atas, hal ini tidak dapat diabaikan begitu saja karena akan mengancam keberlanjutan dari pariwisata itu sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, konsep pariwisata akan terus berkembang atau mengalami perubahan [7]. Saat ini, pembangunan ditekankan pada prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development), dengan adanya konsep pembangunan berkelanjutan tersebut kemudian di adopsi kedalam konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development) [8]. Pariwisata yang berkelanjutan adalah pariwisata yang dapat menjamin keberlangsungan sumber daya alam dan kehidupan sosial-budaya serta memberikan manfaat ekonomi pada generasi sekarang hingga yang akan datang sehingga dapat menjawab kebutuhan pengunjung, industri (pariwasata), lingkungan, dan masyarakat [9]. Saat ini, Pantai Paseban masih memerlukan arahan untuk merealisasikan elemen-elemen di dalam pariwisata yang berkelanjutan. Untuk itu perlu adanya identifikasi karakteristik pariwisata secara berkelanjutan agar Karakteristik Kawasan Wisata Pantai Paseban Berdasarkan Konsep Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Jember Sari Diwanti Putri dan Hertiari Idajati Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Arsitektur, Desain dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: ide_archits@yahoo.com P