Morfologi Semen, Sel Telur, Fertilisasi, dan Perkembangan Embrio Ikan Mas (Cyprinus carpio) Ayu Tri Agustin 1 155090101111003 Laboratorium Biologi Dasar, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengamati morfologi semen, sel telur ikan, fertilisasi, dan perkembangan embrio ikan mas (Cyprinus carpio). Metode yang dilakukan dengan ikan mas yang telah dewasa (betina dan jantan) di stripping dengan menekan perut dari bagian kranial ke caudal. Sel telur yang keluar ditampung wadah plastic dan semen ditampung menggunakan spuit, kemudian ditutup aluminium foil. Mata ikan ditutup kain pada saat stripping. Pembuatan media dilakukan dengan aquarium berisi air 2 liter dengan penambahan penambahan sodium thiosulfat dengan perbandingan 1:1. Tahap fertilisasi artifisial dilakukan dengan semen diencerkan dengan ringer laktat (1:9), lalu dituang pada cawan petri. Sel telur ditelakkan di atas semen dengan cara di streak menggunakan cotton bud. Hasil pengamatan menunjukkan sel telur yang telah dibuahi warmanya lebih transparan sedangkan sel yang mati atau tidak dibuahi inti selnya berwarna gelap. Tahap perkembangan embrio ikan mas yang diamati terdiri dari beberapa tahap meliputi zigot, cleavage 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, 32 sel, hingga 64 sel. Selanjutnya tahap blastula, gastrula “germ ring stage”, Gastrula-90% “epiboly stage”, segmentasi, pharyngula, dan hatching. Kata kunci: embriogenesis, hatching rate, ikan mas, sel telur, semen Pendahuluan Fertilisasi adalah bersatunya oosit (sel) dengan sperma membentuk zigot. Proses fertilisasi ini melibatkan pencampuran inti sel telur dan inti sperma. Kedua inti tersebut masing masing mengandung gen (pembawa sifat keturunan) sebanyak satu set (haploid) [1]. Ikan mas (Cyprinus carpio) melakukan pembuahan secara eksternal dalam menjalankan proses reproduksinya. Setelah telur keluar dan bersentuhan dengan air, maka dua proses penting segera terjadi yaitu teradi proses masuknya air ke dalam telur dan proses pengembangan dan pembesaran dan pengerasan telur. Proses pembuahan terjadi pada saat sperma terpadu dengan inti dan masuk ke dalam telur melalui mikrofil [2]. Telur ikan mas bersifat adhesive yaitu melekat pada substrat. Hal ini disebabkan adanya perekat yang mengandung glukoprotein pada telur yang matang. Lapisan ini tidak terdapat pada telur yang belum mature [3]. Selama proses pengembangan, ukuran diameter telur ikan yang mengalami peningkatan hingga ukuran maksimal. Ukuran diameter telur ikan mas (Cyprinus carpio) antara 1,5 mm sampai 1,8 mm [4]. Sedangkan menurut [5], ukuran diameter telur ikan mas sekitar 1,14 mm sampai 1,42 mm. Sel telur sangat sensitif terhadap penanganan pada periode perkembangan berbeda. Telur-telur tersebut agak lemah sampai tercapai stadia terbentuknya mata, sedangkan bila telah mencapai bintik mata maka embrio telah cukup kuat dan dapat diangkat melalui jarak yang jauh. Beberapa hari sebelum menetas, embrio akan menjadi lemah kembali. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh melunaknya cangkang telur sebagai persiapan untuk pengeluaran embrio [6]. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka sangat perlu dilakukan pengamatan mengenai morfologi semen, sel telur ikan, fertilisasi, dan perkembangan embrio ikan mas, untuk mengamati secara langsung proses fertilisasi ikan mas (Cyprinus carpio) dan tahapan perkembangan embrionya. Metode Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada 15 17 November 2017 pukul 19.00 WIB- selesai di UPT PBAT Umbulan Instalasi Budidaya Air Tawar dan Laboratorium Biologi Dasar Jurusan Biologi Universitas Brawijaya Malang. Stripping