KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA BIJI KAKAO ASAL SULAWESI BARAT DAN TENGGARA (Heavy Metals Content in Cocoa Beans from West and Southeast Sulawesi) Eky Yenita Ristanti, Suprapti, Sitti Ramlah Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Jl. Prof. Abdurahman Bassalamah No. 28 Makassar 90231 Pos-el: eky.yristanti@gmail.com (Artikel diterima 12 Juli 2016; direvisi 21 September; disetujui 15 Desember 2016) Abstract. Research on heavy metals content in cocoa beans from West and Southeast Sulawesi has been done. This research aims to identify heavy metals content, which are Pb, Cu, Cd and Zn in cocoa beans from West and Southeast Sulawesi. Results shows that Pb content in cocoa beans from West Sulawesi is in the interval of 49,616 ppm (Mamuju) – 112,343 ppm (North Mamuju); Cu 141,362 ppm (Mamuju) – 198,04 ppm (North Mamuju); Cd 0,0494 ppm (Mamasa) – 0,7468 (Polman); Zn 193,186 ppm (Polman) – 247,362 ppm (North Mamuju). Pb content of cocoa beans from Southeast Sulawesi is in the interval of 33,783 ppm (Kendari) – 112,912 ppm (North Kolaka); Cu 119,162 ppm (Muna) – 180,728 ppm (Kolaka); Cd 0,0769 ppm (Bombana) – 0,6676 (North Kolaka) dan Zn 29,21 ppm (Bombana) – 214,12 ppm (North Kolaka). keywords: heavy metals, cocoa beans, SNI 7387:2009, West Sulawesi, Southeast Sulawesi Abstrak. Penelitian mengenai kandungan logam berat pada biji kakao asal Sulawesi Barat dan Tenggara telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat yaitu Pb, Cu, Cd dan Zn pada biji kakao yang berasal dari Sulawesi Barat dan Tenggara. Dari hasil penelitian, biji kakao dari Sulawesi Barat kandungan Pb dari biji kakao dari Sulawesi Barat berada pada interval 49,616 ppm (Mamuju) – 112,343 ppm (Mamuju Utara); Cu 141,362 ppm (Mamuju) – 198,04 ppm (Mamuju Utara); Cd 0,0494 ppm (Mamasa) – 0,7468 (Polman); Zn 193,186 ppm (Polman) – 247,362 ppm (Mamuju Utara). Kandungan Pb dari biji kakao dari Sulawesi Tenggara berada pada interval 33,783 ppm (Kendari) – 112,912 ppm (Kolaka Utara); Cu 119,162 ppm (Muna) – 180,728 ppm (Kolaka); Cd 0,0769 ppm (Bombana) – 0,6676 (Kolaka Utara) dan Zn 29,21 ppm (Bombana) – 214,12 ppm (Kolaka Utara). kata kunci: logam berat, biji kakao, SNI 7387:2009, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara PENDAHULUAN Keamanan pangan merupakan salah satu masalah yang menjadi topik penting di dunia. Cemaran logam berat pada produk pertanian termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi kemanan pangan, karena dapat mengakibatkan gangguan kesehatan apabila terakumulasi dalam tubuh manusia. Cemaran logam berat dapat disebabkan faktor antropogenik seperti residu pestisida dan pupuk, cemaran dari aktivitas pertambangan dan industri berat (Khan et al., 2008). Beberapa negara tujuan ekspor, yang biasanya merupakan negara maju dengan pendapatan perkapita yang tinggi, menetapkan batas kandungan logam berat seperti cadmium (Cd) dan timbal (Pb). Adanya persyaratan ini, telah menjadi salah satu non-trade barrier bagi negara-negara pengekspor hasil pertanian, yang pada umumnya adalah negara-negara sedang dan belum berkembang (Unnevehr, 2000; Crivelli dan Gröschl, 2012). Gejala keracunan logam berat seperti Cd, Pb, As, Hg, Zn, Cu dan Al ditandai dengan gangguan gastrointestinal, diare, stomatitis, tremor, hemoglobinuria yang menyebabkan feses berwarna kemerahan, ataksia (gangguan saraf), paralisis (kelumpuhan), mual dan muntah, depresi dan bahkan dapat menyebabkan pneumonia jika terhirup. Sifat dari pengaruh paparan logam berat dapat menjadi racun (akut, kronis atau sub-kronis), neurotoksik, karsinogenik, mutagenik mau- pun teratogenik. Kadmium bersifat racun meskipun pada konsentrasi yang sangat Diterbitkan oleh Balai Besar Industri Hasil Perkebunan 67 Kandungan Logam Berat pada Biji ... (Eky Yenita)