132 Utami, Perancangan Sistem Pengaduan Bantuan Pada Korban Bencana Gempa Bumi menggunakan Metode Waterfall Perancangan Sistem Pengaduan Bantuan Pada Korban Bencana Gempa Bumi menggunakan Metode Waterfall Annisaa Utami Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Informatika Institut Teknologi Telkom Purwokerto Email: annisaa@ittelkom-pwt.ac.id ABSTRACT Earthquakes are the biggest threat of natural disasters in Indonesia because they occur suddenly and attack densely populated areas, such as large cities. Earthquakes with a magnitude of about 5 or 6 on the Richter scale occur in almost all regions in Indonesia. If the force of the earthquake passes 7 on the Richter scale, it can cause a lot of damage. After the earthquake caused many fatalities, material losses, and others arising from this disaster. During this time after an earthquake natural disaster, residents have difficulty informing victims and damage to homes because by using a system that is still manual. Website design using waterfall method, the website will make it easier for the public to report information related to the number of victims of each family member, damage to the house and disbursement of funds if the data has been approved by the officer. The results of the study, namely getting information related to damage due to earthquake disasters from the side of residents / victims. Keywords: damage, earthquakes, system, INTISARI Gempa bumi merupakan ancaman bencana alam terbesar di Indonesia karena terjadi tiba-tiba dan menyerang wilayah padat penduduk, seperti kota-kota besar. Gempa bumi dengan kekuatan sekitar 5 atau 6 skala Richter terjadi hampir seluruh wilayah di Indonesia. Sedangkan jika ,kekuatan gempa melewati 7 skala Richter, dapat menyebabkan banyak kerusakan. Pasca terjadinya gempa bumi menyebabkan tidak sedikit korban jiwa , kerugian materi, dan lainnya yang timbul akibat bencana ini. Selama ini setelah terjadi bencana alam gempa bumi, penduduk kesulitan untuk menginformasikan korban dan kerusakan rumah karena dengan menggunakan sistem yang masih manual. Perancangan website mengggunakan metode waterfall, website akan memudahkan masyarakat dalam melaporkan informasi terkait jumlah korban tiap anggota keluarga, kerusakan rumah dan pencairan dana apabila data sudah disetujui oleh petugas. Hasil dari penelitian, yaitu mendapat informasi terkait kerusakan akibat bencana gempa bumi dari sisi penduduk/ korban. Kata kunci: gempa bumi, sistem, waterfall PENDAHULUAN Indonesia berada di antara pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik yang menyebabkan sejumlah bencana geologi terjadi di Indonesia, salah satu yang cukup dikenal ialah gempa bumi. Pada 29 Juli tahun 2018, gempa bumi mengguncang Lombok dengan magnitudo 6.4 yang disusul oleh gempa bumi berkekuatan magnitude 7.0 Dan magnitudo 6.9 pada tanggal 5 Agustus 2018 dan 19 Agustus 2018 pada kawasan tektonik aktif. Gempa bumi pada tanggal 29 Juli dan 19 Agustus 2018 menimbulkan kerusakan berat yang terkonsentrasi di Kabupaten Lombok Timur khususnya Kecamatan Sambelia dengan intensitas VIII MMI. Di samping itu akibat dari gempa bumi 29 Juli 2018 pada Lombok Timur terdapat 830 rumah rusak berat, 1326 rumah rusak ringan, 15 orang meninggal dunia dan 353 korban luka-luka. Dampak tersebut meningkat akibat gempa bumi pada 5 Agustus 2018 yang menurut data BNPB Lombok Timur mengalami 25.540 rumah rusak, 12 korban jiwa, dan 122 orang luka-luka (Pusgen, 2018) Sebagian sebab dari banyaknya jumlah korban jiwa di Indonesia saat terkena gempa bumi adalah karena konstruksi yang buruk dari rumah-rumah dan infrastruktur. Pasca terjadinya gempa bumi menyebabkan tidak sedikit korban jiwa , kerugian materi, dan lainnya yang timbul akibat bencana ini. (Indonesia-Investments, 2018).