13 PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEMBANGUNAN WILAYAH DAN KOTA BERKELANJUTAN 2019 Morfologi Kawasan Permukiman Di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Provinsi Riau A Dinata 1 dan B Ulum 2 1,2 Department of Regional and Urban Planning, Islamic University of Riau, Pekanbaru. Jalan Kaharuddin Nasution No. 113, Pekanbaru, 28284 Indonesia . Email: apriyandinata@gmail.com dan apriyandinata@eng.uir.ac.id Abstrak. Kebutuhan lahan permukiman terus meningkat seiring dengan perkembangan kota. Tuntutan penggunaan lahan permukiman yang tidak dapat diakomodasi oleh ruang kota menimbulkan perembetan kawasan ke wilayah pinggiran (urban fringe), seperti yang terjadi di Kecamatan Siak Hulu yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru, khususnya di Desa Tanah Merah, Desa Kubang Raya dan Desa Teratak Buluh. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya pola morfologi kawasan permukiman di Kecamatan Siak Hulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantititatif berdasarkan peta dan deskriptif tutupan lahan serta komponen morfologi untuk mengetahui perkembangan fisik ruang permukiman dan pola morfologi kawasan permukiman di Kecamatan Siak Hulu. Hasil menunjukkan bahwa kenampakan komponen morfologi wilayah studi adalah pola penggunaan lahan campuran, pola jaringan jalan spinal, kepadatan beragam, dan pola bangunan heterogen. Karakteristik kenampakan komponen morfologi tersebut menunjukkan bentuk morfologi linier bermanik pada kawasan permukiman di Kecamatan Siak Hulu. Kata Kunci: Morfologi, Permukiman, Lahan, Siak Hulu 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan kota yang dinamis mengakibatkan tuntutan akan ruang meningkat, terutama kebutuhan akan lahan permukiman. Kota yang makin padat tidak dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut sehingga berkembang ke wilayah sekitar kota yang dikenal dengan urban fringe. Pentingnya pemenuhan kebutuhan manusia akan tempat tinggal memicu adanya pembangunan perumahan baik oleh pemerintah maupun oleh swasta, namun keterbatasan ruang di kota membuat pembangunan perumahan merembet ke daerah pinggiran kota yang sifatnya masih tergolong perdesaan dan lahannya didominasi oleh lahan pertanian. Fenomena ini menyebabkan terjadinya transformasi spasial atau alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi non-pertanian. Inilah yang disebut dengan urban sprawl, yaitu proses perembetan kenampakan fisik kekotaan ke arah luar (Yunus, 2001). Kabupaten Kampar merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Riau, dengan luas wilayah sekitar 11.154 Ha (11,62 %) dari total luas wilayah Provinsi Riau. Salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Kampar adalah Kecamatan Siak Hulu seluas 37.194 Ha, memiliki 12 desa atau kelurahan. Di Kecamatan ini pembangunan berkembang sangat pesat dibanding dengan kecamatan lainya yang berada di Kabupaten Kampar karena Kecamatan Siak Hulu berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru. Fungsi wilayah pinggiran sebagai permukiman memenuhi kebutuhan ruang akan perumahan. Kecamatan Siak Hulu memiliki posisi strategis yang berada di jalur koridor jalan yang menghubungkan wilayah barat, yakni Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak sehingga aksesibilitas cukup tinggi yang mengakibatkan pertumbuhan pada bidang industri dan perumahan yang juga ditunjang oleh fasilitas/sarana dan prasarana yang cukup memadai. Wilayah penelitian juga merupakan kawasan perbatasan Kota Pekanbaru. Semua posisi tersebut dapat mendukung perkembangan di Kecamatan Siak Hulu secara lebih cepat. Berdasarkan kondisi seperti demikian mendorong untuk diteliti tentang pola dan bentuk morfologi di Kecamatan Siak Hulu, khususnya di