76 Copyright @ 2021, JURNAL KEBIDANAN,http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jurkeb/index Volume 11 Nomor 1 (2021) 76-81 JURNAL KEBIDANAN p-ISSN: 2089-7669 ; e-ISSN: 2621-2870 http://dx.doi.org/10.31983/ jkb.v11i1.6398 Causes of Hyperemesis Gravidarum Israini Suriati 1 Yusnidar 2 1,2 Jurusan Kebidanan , Fakultas Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Palopo. Jln Jendaral Sudirman Kil. 03 Binturu Kota Palopo, Indonesia Corresponding author: Israini Suriati Email: israinisuriatinugraha200290@gmail.com Received: October 10 th , 2020; Revised: October 26 th , 2020; Accepted: April 25 th , 2021 ABSTRACT Hyperemesis Gravidarum is a common symptom and is often seen in the first trimester of pregnancy, which occurs in 60-80% of primigravida and 40-60% of multigravida. Nausea usually occurs in the morning, but can occur at any time of the night. These symptoms approximately occur after 6 weeks after the first day of the last menstrual period and last for approximately 10 weeks. The incidence of Hyperemesis Gravidarum is influenced by the knowledge of pregnant women, the age of pregnant women and gravidas at Batara Guru Belopa Regional Hospital in 2020. The type of research used is quantitative research with cross sectional design. The sample in this study were pregnant women who experienced hyperemesis gravidarum, both those who experienced grade I hyperemesis, Level II and level III who came to visit the Batara Guru Belopa Regional Hospital for the March - June 2020 period were 47 pregnant women. The results of the research conducted at Batara Guru Belopa, Luwu Regency, showed that in general knowledge, age and gravidity had a significant relationship with the incidence of hyperememesis gravidarum in Batara Guru Belopa Regional Hospital, where the chi-square value count was ≥ X 2 table. In the knowledge variable with the occurrence of hyperemesis gravidarum, it is a value of <0.002 and in the age variable the value is <0.003, while the gravid variable with the occurrence of hyperemesis gravidarum is a value of <0.001 Keyword: hyperemesis; age; knowledge; gravid Pendahuluan Menurut WHO pada tahun 2015 sebanyak 303.000 perempuan meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Sekitar 830 wanita meninggal akibat komplikasi kehamilan atau melahirkan terkait diseluruh dunia setiap hari. Sebanyak 99% kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang. Risiko kematian ibu per 100.000 kelahiran bayi hidup jika dibandingkan dengan rasio kematian ibu di 12 negara maju [1]. Hyperemesis gravidarum adalah keadaan dimana penderita mual dan muntah lebih dari 10 kali dalam 24 jam, sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan ini rata-rata muncul pada usia kehamilan 8-12 minggu [2]. Mual dan muntah / hyperemesis gravidarum merupakan salah satu gejala paling awal, paling umum dan paling menyebabkan stress yang dikaitkan dengan kehamilan. Selama masa kehamilan [3]. Apabila mual sudah dirasakan oleh ibu hamil segera beri tindakan secepatnya, karena apabila tidak memberikan penanganan segera maka dikhawatirkan akan berlanjut ke hyperemesis gravidarum yang bisa berakibat fatal untuk ibu dan kandungannya [4]. Salah satu faktor penyebab dari hyperemesis gravidarum yang sering ditemukan salah satunya adalah pengetahuan ibu hamil, umur ibu yang terlalu muda dan terlalu tua untuk hamil, serta