ISSN: 1412-8837 10 | Nyayu Neti Arianti. Pendugaan Faktor Penentu Produksi Padi Sawah Sistem... PENDUGAAN FAKTOR PENENTU PRODUKSI PADI SAWAH SISTEM TANAM LEGOWO DI KELURAHAN DUSUN BESAR KECAMATAN GADING CEMPAKA KOTA BENGKULU (DETEMINANT FACTORS OF PADDY PRODUCTION IN THE LEGOWO CROPPING SYSTEM IN DUSUN BESAR VILLAGE, SUBDISTRICT OF GADING CEMPAKA, BENGKULU CITY) Nyayu Neti Arianti Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu ABSTRACT The aim of this research was to analyze the factors which influence the paddy production of legowo cropping system on Dusun Besar Subdistrict Gading Cempaka District Bengkulu City. The respondents were 56 farmers from 65 farmers of three types of legowo cropping system 4:1, 6:1 dan 8:1 and they were taken with Slovin Formula. The cross section data used in this research include paddy production, land size, seed, urea, labour, and the type of legowo system as dummy variables. To determine influencing factors of production, this research applied Cobb Douglass model. The research results showed that seed used is significat factor but has a negative impact on production, while urea and legowo type of 4:1 have positive and significant effect on production. Keywords : legowo system, paddy, production function, Cobb - Douglass PENDAHULUAN Padi merupakan komoditas yang menyangkut hajat hidup dan kebutuhan mendasar bagi hampir sebagian besar penduduk Indonesia. Oleh karena itu usaha untuk mencapai ketahanan pangan dan swasembada beras nasional merupakan suatu keharusan (Anonim, 2009 seperti dikutip Wulansari, 2010). Pembangunan pertanian berspektrum luas yang menjadi jargon sejak tahun 1960-an memasukkan konsep “LIMA I” dalam strategi pertumbuhan pertanian. Salah satu yang termasuk dalam “LIMA I” tersebut adalah Inovasi, yaitu sistem penelitian, pengembangan dan penyuluhan pertanian (swasta dan pemerintah) yang menghasilkan dan menyebarluaskan teknologi baru untuk pengembangan produktifitas komoditi pertanian terutama padi (Arifin, 2000). Salah satu teknologi yang dikembangkan dalam rangka meningkatkan produktifitas usahatani padi sawah adalah sistem tanam legowo. Legowo berasal dari kata “lego” dan “dowo”. “Lego” artinya luas dan tumbuh lebih baik dan hasilnya lebih tinggi karena luasnya antar kelonpok barisan (lorong) biasanya mencapai 50 cm, 60 cm atau 70 cm bergantung kepada kesuburan