Agripet Vol 14, No. 1, April 2014 65 Uji Asosiasi Bakteri Rhizobium Terseleksi dengan Leguminosa Pakan dalam Kondisi Tercekam Salin (Test of association selected rhizobium bacteria with legumes in salinity stress) Eny Fuskhah 1 , R. Djoko Soetrisno 2 , Syaiful Anwar 1 dan Florentina Kusmiyati 1 1 Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang 2 Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ABSTRACT The research aim was to investigate association selected rhizobium bacteria with legumes in salinity stress. Plant media was salin soil that have EC = 20.45 mmhos/cm which taken from Morosari beach, Sayung, Demak. Rhizobium isolate applied was tolerant to 12.000 ppm of NaCl that equaled to electrical conductivity of 20 mmhos/cm. The research was carried out in green house of Laboratory of Forage Science Diponegoro University Semarang. The design arranged was completely randomized design with factorial design 2 x 4 in 3 repeatations. First factor was kind of legumes, T1 = lamtoro (Leucaena leucocephala); T2 = turi (Sesbania grandiflora). and second factor was kind of rhizobium isolates, I1 = without isolate; I2 = rhizobium that was isolated from lamtoro, I3 = rhizobium that was isolated from turi; I4 = combination isolate from lamtoro and turi. The crop growth was observed up to 10 weeks of age. The parameters were 1) crops heigh; 2) sum of leaf crops; 3) fresh weight production; 4) dry weight production; 5) amount and fresh weigh of effective root nodules. The study showed the growth and production of turi in saline media of EC 20.45 mmhos/cm was higher than lamtoro. Root nodule of turi was formed, but lamtoro was not. Turi was more tolerant than lamtoro at very saline media. Key words : Rhizobium, lamtoro, turi, saline. 2014 Agripet : Vol (14) No. 1 : 65-70 PENDAHULUAN 1 Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan keanekaragaman mikro organisme antara lain bakteri rhizobium yang dapat bersimbiosis dengan tanaman leguminosa. Bakteri tersebut dapat dimanipulasi dan ditingkatkan peranannya, sehingga menjadi suatu produk bioteknologi yang dapat memberikan nilai tambah berupa peningkatan produktivitas tanaman. Adanya bakteri ini menyebabkan terbentuknya nodul/bintil akar yang mampu memfiksasi nitrogen bebas dari udara sehingga dapat mensuplai kebutuhan tanaman akan unsur N tersedia. Hasil simbiosis ini mampu meningkatkan produksi hijauan tanaman. Penelitian Fuskhah et al. (1997) menunjukkan penggunaan inokulum rhizobium 20-60 g/kg benih dengan pemupukan fosfor dapat meningkatkan produksi bahan kering centro Corresponden author: eny_fuskhah@yahoo.com dan juga meningkatkan aktifitas nitrogenase bintil akarnya. Namun kondisi media tanam salin menyebabkan terganggunya fungsi fisiologis baik pada tanaman maupun kebanyakan mikroorganisme tanah. Penelitian Fuskhah et al., (2003) menunjukkan bahwa tingkat salinitas yang tinggi menurunkan aktivitas nitrogenase nodul akar kaliandra merah. Salinitas tanah dan air menentukan besarnya hasil tanaman tergantung jenis tanaman yang dibudidayakan dan derajat salinitasnya. Derajat salinitas yang tinggi menghambat pertumbuhan tanaman secara tidak langsung melalui pengaruhnya terhadap sifat tanah seperti kekahatan unsur hara, timbulnya senyawa dan kelebihan unsur yang bersifat racun, perubahan osmotik larutan tanah, aerasi dan struktur tanah, serta secara langsung berpengaruh pada menurunnya potensial air tanaman, keracunan ion spesifik, terjadi ketidakseimbangan ion-ion atau