Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa (SENTRA) 2019 ISSN (Cetak) 2527-6042 eISSN (Online) 2527-6050 SENTRA 2019 IV- 79 Salp Swarm Algorithm Untuk Meminimasi Konsumsi Energi Pada Penjadwalan Flow Shop Dengan Set Up Dan Removal Time Dana Marsetiya Utama 1 1 Universitas Muhammadiyah Malang, Malang Kontak Person: Dana Marsetiya Utama Jalan Raya Tlogomas 246 Malang, 0341-464318 E-mail: dana@umm.ac.id Abstract Baru-baru ini, sektor industri menghasilkan sekitar setengah dari total konsumsi energi dunia. Perusahaan manufaktur diharuskan mengurangi konsumsi energi. Karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengusulkan Salp Swarm Algorithm (SSA) untuk meminimalkan konsumsi energi pada kasus permutation flow shop scheduling problem(PFSSP). Penelitian ini juga mempertimbangkan waktu setup dan removal. Selanjutnya, SSA dibandingkan dengan beberapa algoritma. Kami menggunakan eksperimen numerik untuk menunjukkan kinerja algoritma yang diusulkan. Analisis komparatif dengan beberapa algoritma sebelumnya telah dilakukan dengan berbagai variasi masalah PFSSP. Berdasarkan percobaan numerik, SSA terbukti kompetitif dibandingkan dengan algoritma lainnya. Kata kunci: Flow Shop, Konsumsi Energi, Swarm Salp Algorithm 1. Pendahuluan Dalam beberapa dekade terakhir, permintaan energi di dunia telah meningkat secara signifikan. Penggunaan sumber daya energi berbahan bakar fosil masih mendominasi pasokan energi perusahaan [1]. Pada akhir tahun 2040, total permintaan energi di seluruh dunia diperkirakan meningkat sebesar 37% [2]. Penggunaan energi yang berlebihan menimbulkan gas rumah kaca [3]. Aktivitas ini memiliki konsekuensi seperti perubahan iklim. Karena itu, masalah penghematan energi telah menarik lebih banyak perhatian. Saat ini, Sektor perindustrian mengonsumsi setengah dari total konsumsi energi dunia [4]. Dengan demikian, perusahaan manufaktur menjadi sumber utama pemanasan global. Perusahaan manufaktur dituntut mencari cara untuk mengurangi konsumsi energi dan karbon emisi yang dihasilkan [5] [6]. Salah satu strategi untuk mengurangi konsumsi energi dan karbon emisi adalah dengan pejadwalan yang tepat. Penjadwalan dapat memainkan peran penting dalam mengatasi masalah konsumsi energi dan karbon emisi pada sektor manufaktur [7]. Penjadwalan merupakan pengalokasian sumber daya untuk menyelesaikan pekerjaan untuk dikelola secara efisien [8] [9]. Salah satu masalah di penjadwalan adalah permutation flow shop scheduling problem (PFSSP). Beberapa ahli mengklaim kasus PFSSP tidak dapat diselesaikan dalam waktu polinomial. Dengan demikian, PFSSP termasuk dalam masalah NP-Hard [10]. Umumnya, masalah penjadwalan produksi digunanak untuk meminimasi masalah makespan [11] [12]dan tardiness [13], [14]. Saat ini, banyak peneliti menggunakan penjadwalan untuk meminimasi konsumsi energi. Konsumsi energi pada proses produksi terjadi saat proses produksi berlangsung. Namun, sebagian besar energi juga dikonsumsi pada saat mesin dalam keadaan menganggur atau idle [15]. Salah satu strategi penjadwalan untuk mengatasi permasalahan ini adalah strategi ON – OFF [16]. Namun, strategi ini tidak efisien, karena strategi ini menyebabkan umur mesin menjadi pendek. Beberapa penelitian terdahulu menggunakan prosedur heuristik untuk menyeleseikan masalah ini seperti NEH dan CDS [17] dan neighborhood search [2]. Selain itu, Beberapa penelitian menggunakan Hybrid Metaheuristics [18], Genetic Algorithm [19], Hybrid Genetic Algorithm [20], hybrid multi-objective backtracking search algorithm [21], Particle Swarm Optimization (PSO) [22], Adaptive genetic algorithm [23], collaborative optimization algorithm (COA) [24], Harmony-inspired genetic algorithm [25], memetic differential evolution [1]. Saat ini, algoritma metaheuristik digunakan sebagai teknik utama untuk mendapatkan solusi optimal dari masalah optimasi [26]. Sejauh ini, tidak ada penelitian sebelumnya yang meneliti minimisasi konsumsi energi menggunakan algoritma Salp Swarm Algorithm (SSA). Peneliti mengusulkan algoritma Algoritma Salp Swarm (SSA) sebagai pendekatan alternatif untuk memecahkan minimisasi konsumsi energi pada kasus