Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa (SENTRA) 2018 ISSN (Cetak) 2527-6042 eISSN (Online) 2527-6050 SENTRA 2018 III | 47 PENGEMBANGAN ALGORITMA NEH DAN CDS UNTUK MEMINIMASI CONSUMPTION ENERGY PADA PENJADWALAN FLOW SHOP Dana Marsetiya Utama Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Malang Kontak Person: Dana Marsetiya Utama Universitas Muhammadiyah Malang Email: dana@umm.ac.id Abstract This article discusses the issue of permutation flow shop to reduce energy consumption. This article develops NEH and CDS algorithms to solve problems in flow shop scheduling to reduce energy consumption. This paper aims to develop and compare NEH and CDS algorithms. The proposed algorithm is checked on several numerical tests. During numerical experiments, the proposed NEH algorithm is more effective than the CDS algorithm. Keywords: minimizing energy consumption, NEH, CDS, flow shop Abstrak Artikel ini membahas masalah penjadwalan permutasi flow shop untuk mengurangi konsumsi energi. Artikel ini mengembangkan algoritma NEH dan CDS untuk memecahkan masalah dalam penjadwalan flow shop untuk mengurangi konsumsi energi. Tulisan ini bertujuan untuk mengembangkan dan membandingkan algoritma NEH dan CDS. Algoritma yang diusulkan diperiksa pada beberapa tes numerik. Selama percobaan numerik, algoritma NEH yang diusulkan lebih efektif dibandingkan dengan algoritma CDS. Kata kunci: minimasi konsumsi energi, NEH, CDS, flow shop 1. Pendahuluan Energi telah menjadi salah satu sumber daya paling penting bagi perusahaan manufaktur. Menurut Fang, et al. [1], konsumsi energi di sektor industri menyerap sekitar 50% dari total konsumsi energi. Di Jerman, sektor manufaktur menggunakan lebih dari 47% dari total konsumsi energi nasional [2]. Di Cina, perusahaan manufaktur mengonsumsi sekitar 50% dari energi listrik nasional [3]. Sedangkan di Indonesia perusahaan manufaktur mengonsumsi sekitar 32% dari energi listrik nasional [4]. Umumnya, energi listrik dihasilkan dari bahan bakar fosil. Jadi, biaya perusahaan manufaktur meningkat seiring dengan melonjaknya harga bahan bakar fosil. Sementara itu, perusahaan menghadapi tekanan dari undang-undang dan peraturan lingkungan untuk mengurangi konsumsi energi selama proses produksi di perusahaan manufaktur. Masalah untuk mengurangi konsumsi energi dalam proses manufaktur telah mulai banyak menjadi fokus penelitian. Salah satu usaha adalah melakukan penjadwalan yang efektif. Penjadwalan yang efektif dapat meminimasi tingkat konsumsi energi. Penjadwalan adalah pengaturan sumber daya untuk melaksanakan banyak pekerjaan atau prosedur di dalam waktu tertentu [5]. Masalah penjadwalan diklasifikasi menjadil flow shop dan job shop. Pada kasus job shop umumnya menggunakan heuristik [6, 7] dan meta heuristik [8, 9]. Pada kasus flow shop beberapa prosedur sudah sangat banyak diteliti. Algoritma heuristik yang populer dipakai pada kasus flow shop umumnya adalah CDS [10] dan NEH [11, 12]. Beberapa algoritma meta heuristik yang sering di gunakan adalah simulated annealing [13]. Beberapa penelitian tersebut menggunakan performansi minimasi waktu penyelesaian (makespan). Kebanyakan model penjadwalan untuk meminimasi konsumsi energi yang ada melibatkan mesin tunggal [14], and [15], mesin paralel [16], pure flow shop [1], fleksibel (atau hybrid) flow shop Dai, et al. [2], pure job shop [17] 18], dan fleksibel job shop [19] [20].