Article
Indonesian Journal of Chemical
Science and Technology
State University of Medan
e-ISSN : 2622-4968, p-ISSN : 2622-1349
IJCST-UNIMED, Vol. 03, No. 2, Page; 42-48
Received : 10 May 2020 Accepted : 15 July 2020 Web Publised ; 30 July 2020
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
IJCST.2020 © 2020 State University of Medan
Antibacterial Activity And Phytochemical Screening From Chromatography Fraction
Of Ethanol Extract Of Sarang Banua (Clerodendrum fragrans Vent Willd) Against
Salmonella enterica
Murniaty Simorangkir
*
and Ade Pratiwi Maha
Chemistry Department, Faculty of Mathematics and Sciences, Medan State University, Medan 20221, Indonesia
*Email : murniatysimorangkir@unimed.ac.id
ABSTRACT
Ethanol extract of sarang banua leaves (Clerodendrum fragrans) has biological activity. This study aims to
isolate the fraction of ethanol extracts of Sarang Banua leaves (Clerodendrum fragrans) and test their
antibacterial activity against Salmonella enterica. The isolation method uses the vacuum liquid
chromatography method, with eluent n-hexane, ethyl acetate and methanol with increasing polarity levels.
Antibacterial activity was carried out by the inhibitory test, the MIC (minimum inhibitory concentration) and
MBC (minimum bactericidal concentration). The results showed that the FC fraction chromatographic results
of the vacuum column of ethanol extract of Sarang Banua leaf (Clerodendrum fragrans) had antibacterial
activity against Salmonella enteric with a strong inhibitory power (inhibitory zone 18.25 mm), MIC value of
125 µg / mL and MBC value of 125 µg / mL are included in the medium category. Inhibition, MIC and MBC
values of chloramphenicol (positive control) against S. enterica were 17.40 mm; 31.2 µg / mL and 62.5 µg /
mL. In the FC fraction there are higher amounts of secondary metabolites flavonoids, tannins, as well as
small amounts of alkaloids, saponin, steroids & triterprnoids.
Keywords: Antibacteria, Salmonella eterica, Antibacterial aktivity
I. Pendahuluan
Indonesia merupakan negara tropis yang
mempunyai berbagai ragam tumbuhan yang
menyimpan metabolit sekunder yang dapat
dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Penelitian pengujian aktivitas biologis dari
tumbuhan terus berkembang, dalam usaha
eksplorasi tumbuhan sebagai bahan baku obat
herbal. Berdasarkan hasil beberapa penelitian yang
telah berkembang, senyawa yang paling mudah
ditemukan pada tumbuhan adalah metabolit
sekunder diantaranya alkaloid, flavonoid, steroid,
triterpenoid, kumarin dan lain-lain. Senyawa aktif
pada tumbuhan tersebut dapat dijadikan sebagai
bahan obat herbal antara lain antioksidan,
antibakteri, penambah aroma parfum, insektisida,
aroma makanan dan lain sebagainya.
Bakteri merupakan agen penyebab infeksi
yang menyebabkan terjadinya proses invasi dan
pembiakan mikroorganisme di dalam jaringan
tubuh. Penelitian bioaktif berbagai tumbuhan terus
dilakukan untuk pengembangan bahan baku obat
herbal antibakteri. Simorangkir, dkk melaporkan
bahwa ekstrak daun ranti hitam (Solanum blumei
Nees ex Blume) mempunyai aktivitas antibakteri
terhadap Salmonella typhimurium. Hasil penelitian
tersebut menunjukkan secara berurutan ekstrak
daun ranti hitam mempunyai aktivitas antibakteri