ẽl-Midad :Jurnal PGMI p-ISSN 2087-8389 e-ISSN 2656-4289 website : http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/elmidad Vol.11 No.2 Desember 2019 p. 101 - 116 email : elmidadpgmi@uinmataram.ac.id Copyright © el-Midad :Jurnal PGMI 2019 101 TRI N (NITENI, NIROAKE, NAMBAHAKE) DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR Ana Fitrotun Nisa 1 ; Zuhdan Kun Prasetyo 2 ; Istiningsih 3 1 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa; 2 Universitas Negeri Yogyakarta; 3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Email: 1 ananisa@ymail.com, 2 zuhdan@uny.ac.id , 3 istiningsih81@gmail.com Abstrak: Perkembangan zaman menuntut semua pihak memiliki sikap kreatif. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang harus peka terhadap perubahan zaman.Pendidikan dasar (Sekolah Dasar) memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan sikap kreatif siswa sejak dini. Salah satu alternatif cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sikap kreatif adalah dengan mengimplementasikan ajaran Tri N (niteni, niroake, nambahake) dalam proses pembelajaran. Tri N merupakan salah satu ajaran Tamansiswa yang digunakan oleh Ki Hadjar Dewantara dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan implementasi ajaran Ki Hadjar Dewantara yang berupa Tri N dalam meningkatkan kreativitas siswa melalui pembelajaran IPA di SD. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 70 siswa dan tiga guru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, rubrik pengamatan sikap kreatif, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis Milles and Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi).Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dengan mengimplementasikan ajaran Tri N menjadikan siswa memiliki kreativitas tinggi sehingga mampu menghasilkan karya-karya yang inovatif yang menjadikan bekal bagi siswa untuk mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang ada. Kata Kunci: Tri N, pembelajaran IPA, kreativitas, Sekolah Dasar. PENDAHULUAN Proses pendidikan yang dilakukan di Sekolah Dasar (SD) merupakan pondasi yang akan dijadikan sebagai acuan perkembangan proses pembelajaran pada jenjang yang lebih tinggi. Keberhasilan proses pembelajaran di SD sangat menentukan keberlanjutan studi lanjut siswa. Hal tersebut menjadikan pelaksanaan pembelajaran di SD menjadi sangat urgen dan harus dilakukan dengan baik dan berkualitas agar tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dapat terwujud secara tuntas. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran di SD adalah penanaman sikap kreatif. Sikap kreatif sangat diperlukan oleh siswa agar mampu menghasilkan inovasi atau ide-ide baru yang akan mendukung kesuksesannya di kehidupan nyata atau di dunia kerja dan dalam penyesuaian diri dengan perkembangan zaman di berbagai era. Penanaman sikap kreatif dapat diintegrasikan dalam setiap proses pembelajaran. Salah satu mata pelajaran yang dapat diintegrasikan dengan penanaman sikap kreatif adalah mata