PROSIDING PERTEMUAN DAN PRESENTASI ILMIAH PENELITIAN DASAR ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI NUKLIR Pusat Sains dan Teknologi Akselerator Yogyakarta, 28 November 2017 Wahyu Rachmi P, dkk ISSN 0216-3128 81 EKSTRAKSI DISPROSIUM DARI KONSENTRAT ITRIUM MENGGUNAKAN EKSTRAKTAN 2-ETHYLHEXYL PHOSPHAT Wahyu Rachmi Pusparini 1 , I Made Sukarna 2 , dan Dewi Ira Puspita 2 1 Pusat Sains dan Teknologi Akselerator BATAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 Ykbb Yogyakarta 2 Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No.1 Yogyakarta E- mail : rachmi_p@batan.go.id ABSTRAK EKSTRAKSI DISPROSIUM DARI KONSENTRAT ITRIUM MENGGUNAKAN EKSTRAKTAN 2- ETHYLHEXYL PHOSPHAT. Telah dipelajari pengambilan disprosium dengan metode ekstraksi menggunakan 2- ethylhexyl phosphat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengambil disprosium dari konsentrat itrium dengan metode ekstraksi cair cair menggunakan 2-ethylhexyl phosphat dalam media pengencer kerosin. Proses ekstraksi dilanjutkan dengan stripping dan kalsinasi yang menghasilkan disprosium serta LTJ ikutan dalam bentuk oksida. Kondisi optimum ditemukan pada 0,11 g/mL konsentrat itrium dalam HNO 3 4 M diekstraksi dengan 2-ethylhexyl phosphat 10% v/v dalam kerosin. Pada kondisi ini diperoleh nilai efisiensi ekstraksi untuk itrium, gadolinium, dan disprosium berturut turut 14,6533; 1,982; dan 41,4189 %. Sedangkan harga D masing masing sebesar 0,1717; 0,0202; dan 0,7070. Ekstrak kemudian di-stripping menggunakan H 2 SO 4 2 M, diendapkan dalam bentuk hidroksida memakai NH 4 OH, dan dilanjutkan proses kalsinasi pada suhu 1000 o C selama 2 jam. Didapatkan oksida LTJ dengan kadar itrium, gadolinium, disprosium sebesar 33,86%, 42,98%, dan 13,37%. Kata kunci : Disprosium, ekstraksi, 2-ethylhexyl phosphat ABSTRACT THE EXTRACTION OF DYSPROSIUM FROM YTTRIUM CONCENTRATE BY USE 2-ETHYLHEXYL PHOSPHATE EXTRACTANT. It has been studied the extraction of dysprosium by the extraction method by use 2- ethylhexyl phosphate. The aim of this study was to take dysprosium from the yttrium concentrate by liquid-liquid extraction method using 2-ethylhexyl phosphate in kerosene diluent. The extraction process is followed by stripping and calcination which results in dysprosium and the others rare earth elements in the oxide form. The optimum conditions found at 0.11 g / mL of yttrium concentrate in HNO 3 4 M were extracted with 2-ethylhexyl phosphate 10% v / v in kerosene. In this condition, the extraction efficiency values for yttrium, gadolinium, and dysprosium are respectively 14,6533; 1,982; and 41.4189%. While the values of D for those elements are 0,1717; 0.0202; and 0.7070. The extract was then stripped using H 2 SO 4 2 M, precipitated in the form of hydroxide using NH 4 OH, and then continued by calcination process at 1000 ° C for 2 hours. Obtained rare earth elements oxide with level contents of yttrium, gadolinium, dysprosium of 33.86%, 42.98%, and 13.37%. Keywords : Dysprosium, extraction, 2-ethylhexyl phosphate PENDAHULUAN ogam tanah jarang (LTJ) memiliki beragam aplikasi di bidang sains dan teknologi kontemporer, karena kegunaannya dalam berbagai industri material [2]. Pada golongan LTJ yaitu 15 lantanida, itrium, serta skandium, disprosium dan neodimium merupakan dua unsur LTJ yang memiliki sifat magnetis dan termal yang ideal untuk digunakan sebagai bagian dari berbagai macam produk modern yang memerlukan magnet permanen, seperti generator turbin angin (mampu bertahan 20 tahun), motor kendaraan elektrik (14 tahun), hard disk, MRI, dan sistem audio dengan rentang penggunaan sampai sepuluh tahun [1, 2]. Sumber utama disprosium adalah pasir senotim dengan kisaran kadar antara 3 4 % [4, 6]. Pasir senotim terdapat di beberapa wilayah di Indonesia terutama di kepulauan Bangka, Belitung, dan Singkep yang merupakan hasil samping dari penambangan timah oleh PT. Timah [5]. Pemisahan dan pemurnian disprosium dari unsur unsur yang terkandung dalam konsentrat itrium sulit dilakukan karena kemiripan sifat kimia diantaranya. Kemiripan sifat kimia tersebut berasal dari radius ion yang hampir sama, perbedaan jumlah elektron diantara elemen LTJ tidak secara signifikan mempengaruhi struktur elektron terluar (karena sifat orbital f). Hal ini membuat proses pemisahan yang paling efisien sekalipun tetap mahal dan beracun [1]. L