J-PAL, Vol. 5, No. 2, 2014 ISSN: 2087-3522 E-ISSN: 2338-1671 22 Analisis Resiko Bencana Sebelum dan Setelah Letusan Gunung Kelud Tahun 2014 (Studi kasus di Kecamatan Ngantang, Malang) Disaster Risk Assessment of Kelud Vulcano, Before and After Eruption in 2014 (Study case of Ngantang Subdistrict, Malang, Indonesia) Sitti Febriyani Syiko 1 , Turniningtyas Ayu Rachmawati 2 , Arief Rachmansyah 3 1 Program Magister Teknik Sipil Minat Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya 2 Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya 3 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Abstrak Sebagian besar wilayah Indonesia berada pada zona the ring of fire (cincin api) sebagai akibat dari pertemuan lempeng tektonik. Di Jawa Timur terdapat 19 gunungapi, salah satunya adalah Gunung Kelud.Gunung Kelud terletak di perbatasan antara Kabupaten Malang, Kediri dan Blitar. Letusan Gunung Kelud pada Februari 2014 menyebabkan Kecamatan Ngantang terkena dampak paling parah.Material vulkanik Gunung Kelud juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur seperti jaringan jalan, jaringan air bersih dan lahan pertanian.Dampak dari letusan tersebut tidak seperti letusan sebelumnya dikarenakan aliran lahar maupun material vulkanik yang dikeluarkan mengarah pada Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang yang sebelumnya tidak diperkirakan.Penilaian resiko bencana Gunung Kelud bertujuan untuk mengetahui sebaran resiko pada kawasan terdampak sebelum dan setelah letusan pada tahun 2014 di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.Metode analisis yang digunakan yaitu skoring pada aspek kerentanan dan overlay peta untuk menghasilkan peta resiko bencana. Teknik overlay dilakukan pada peta bahaya dan peta kerentanan dengan aplikasi GIS. Hasil analisis resiko bencana Gunung Kelud sebelum letusan 2014 menyimpulkan bahwa Kecamatan Ngantang memiliki resiko rendah hingga sedang.Namun, hasil analisis resiko bencana Gunung Kelud setelah letusan menunjukkan Kecamatan Ngantang yang sebelumnya beresiko rendah menjadi resiko tinggi.Kawasan yang mempunyai resiko tinggi setelah letusan yaitu Desa Pandansari, Desa Ngantru dan Desa Pagersari. Kata kunci : letusan gunung api, kerentanan, resiko bencana Abstract Almost all region of Indonesia located in the ring of fire zone, because there moving of tectonic plates. In East Java have 19 active volcanoes, one of which is Mount Kelud. Mount Kelud located between Malang, Kediri and Blitar Regency. Eruption of Kelud in February 2014 causes Ngantang District have the most damage.Impact of material vulcanic eruption are damage infrastructure such as street, clean water and agriculture . The impact of eruption didn't estimated like previous eruptions because flow of lava and volcanic material lead toward Pandansari Village. Disaster risk assessment of Mount Kelud aims to determine risk map before eruption and risk map after eruption year 2014 in Ngantang Subdistrict, Malang Regency. Analysis method used are scoring for vulnerability aspect and overlay maps for disaster risk maps. Overlay technicquedo for hazard map and vulnerability map with GIS. Result of disaster riskanalysis of Mount Keludbefore eruption in 2014 of that Ngantang have a low risk to medium risk. But, result of disaster risk analysis after erupstion in 2014 showed that Ngantang have low to high risk areas. Region had high risk after eruption are Pandansari Village, Ngantru Village and Pagersari Village. Keywords : vulcano eruption, vulnerability, disaster risk PENDAHULUAN 1 Indonesia merupakan negara yang berada pada wilayah the ring of fire (cincin api) dikarenakan dikelilingi pertemuan lempeng tektonik dengan barisan gunungapi aktif [1]. 1 Alamat Korespondensi Penulis: Sitti Febriyani Syiko Email : syikofebriyani@yahoo.com Alamat : Program Magister Teknik Sipil Minat Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya Indonesia memiliki 127 gunungapi aktif yang terdiri atas 76 gunungapi tipe A, 30 gunung api tipe B dan 21 gunungapi tipe C. Gunungapi tipe A tersebar di beberapa lokasi seperti di Jawa Timur sebanyak 19 gunungapi, salah satunya adalah Gunung Kelud yang terletak diantara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang [2]. Letusan Gunung Kelud pada tahun 2014 menyebabkan Kecamatan Ngantang terkena dampak paling parah. Kondisi tersebut