J-MAS Jurnal Manajemen dan Sains, 5(1), April 2020, 69-76 Publisher by Program Magister Manajemen Universitas Batanghari ISSN 2541-6243 (Online), ISSN 2541-688X (Print) DOI 10.33087/jmas.v5i1.151 69 Praktek Manajemen Pengetahuan serta Dampaknya terhadap Kinerja Organisasi pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Jambi Jonner Simarmata Dosen Manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Batanghari, Jambi Correspondence email: jonnerunbari@gmail.com Abstract. Organizational performance is an important issue for researchers and managers including managers in Higher Education Institutions (HEIs) for it can be the indicator of success. It also provides accurate information for startegic decision making.Many factors influence organizational performance. One of them is knowledge management (KM) practices. Theoretically and empirically, effective KM practices improve performance. Many researches have been conducted in regard of HEI performance. Unfortunately, in the context of private HEIs in the City of Jambi, the literature and empirical evidences are very rare. This current research aims to fill the gap. It also aims to examine its link with organizational performance. Data was collected through the distribution of questionnaire to randomly-selected lecturers and employees. Further, the data was analyzed with regression analysis by applying SPSS V.26. The result shows that knowledge dissemination and knowledge storage system partially and simultenously affect organizational performance. Interestingly, the constanta value in the regression model is negative. This implies that performance might be decreased if KM is not implemented. Then, it is suggested to private HEI operators especially those in the City of Jambi implement KM. Keywords: knowledge management, organizational performance, private HEIs Pendahuluan Kinerja organisasi diartikan sebagai kombinasi efektivitas dan efisiensi organisasi. Efektivitas diartikan sebagai kemampuan mencapai tujuan organisasi sedangkan efisiensi dipahami sebagai rasio antara pencapaian tujuan dengan penggunaan segala resources untuk mencapai tujuan tersebut. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi. Salah satunya adalah kompetensi SDM yang dimiliki organsiasi tersebut (Daft, 2000). Di masa lampau organisasi menggunakan aset intenjibel sebagai ukuran keberhasilan, posisi pasar, dan daya saing. Namun, dewasa ini, terjadi perubahan yang signifikan. Organsiasi tidak lagi fokus pada aset tenjibel tetapi pada aset intenjibel (Al-Hawary & Alwan, 2016). Salah satu aset intenjibel adalah kompetensi yang di dalamnya termasuk pengetahuan. Perguruan tinggi merupakan sebuah entitas yang berbasis pengetahuan. Core business perguruan tinggi adalah menghasilkan lulusan. Salah satu kriteria yang digunakan untuk mengukur kualitas lulusan perguruan tinggi adalah kompetensi yang dimiliki atau dikuasai oleh lulusan tersebut setelah mengalami proses perkuliahan selama periode tertentu.Kompetensi adalah aset intenjibel yang sangat berharga. Tugas dosen dalam perkuliahan adalah mentransfer knowledge kepada mahasiswa dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa. Salah satu tantangan yang harus dihadapi perguruan tinggi saat ini adalah persaingan yang semakin ketat. Di satu pihak, setiap perguruan tinggi melakukan berbagai upaya untuk menarik minat calon mahasiswa. Di pihak lain, calon mahasiswa semakin selektif dalam memilih perguruan tinggi. Mutu perguruan tinggi termasuk mutu pelayanan akademik dan pelayanan administrasi menjadi pertimbangan utama (Simarmata, 2018). Tantangan lainnya adalah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat perguruan tinggi harus melakukan transformasi (Al-Hawary & Alwan, 2016). Pada hakekatnya terdapat dua jenis pelayanan di perguruan tinggi yakni pelayanan akademik dan pelayanan non-akademik. Pelayanan akademik dilakukan oleh dosen dalam proses perkuliahan sedangkan pelayanan administrasi dilakukan oleh staff adminsitrasi dalam pengurusan administrasi kemahasiswaan. Mutu kedua jenis pelayanan ini merupakan faktor penting dalam memberikan kepuasan kepada mahasiswa. Kepuasan mahasiswa merupakan salah satu kriteria yang ditetapkan calon mahssiswa untuk memilih perguruan tinggi (Amin, 2017). Tingkat kompetensi karyawan dalam suatu organsiasi tidak selalu sama. Ada kelompok yang lebih unggul dibandingkan dengan kelompok lain. Untuk memastikan bahwa human capital yang ada dalam organsiasi memiliki kompetensi yang dibutuhkan melaksanakan tugas-tugasnya, organsiasi perlu mengimplementasikan manajemen pengetahuan. Fungsi manajemen pengetahuan adalah memastikan pengetahuan tersimpan, termanfaatkan, dan terdistribusikan secara efektif di dalam organisasi (Budihardjo, 2017). Perguruan tinggi termasuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berperan penting dan strategis dalam pembangunan bangsa terutama pengembangan sumberdaya manusia (SDM). Perguruan tinggi yang berkualitas mampu membangun SDM yang berkualitas pula, yang pada akhirnya membangun daya saing bangsa (Amin, 2017). Untuk mengembangkan PTS yang berkualitas perlu diimplementasikan manajemen pengetahuan yang efektif. Bila manajemen pengetahuan berjalan secara efektif maka kinerja PTS akan meningkat. Hal ini sejalan dengan RBT (Resource Based Theory) (J.