Jurnal Ecopsy Volume 8, Nomor 2, Oktober 2021, 129-136 eISSN: 2354-7634 doi: 10.20527/ecopsy.2021.09.012 pISSN: 2354-7197 129 Perilaku Cyberbullying: Peran Moral Disengagement dan Peer Attachment pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Cyberbullying Behavior: The Role of Moral Disengagement and Peer Attachment on Middle School Students Illya Adista Pratiwi Kesdu* & Ilmi Amalia Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jl Kertamukti, Tangerang Selatan, 15419 Indonesia *Korespondensi: Illya Adista Pratiwi Kesdu illyaadista@gmail.com Masuk: 26 Januari 2021 Diterima: 8 September 2021 Terbit: 30 Oktober 2021 Sitasi: Kesdu, I. A. P. & Amalia, I. (2021). Perilaku cyberbullying: Peran moral disengagement dan peer attachment pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jurnal Ecopsy, 8(2), 129-136. http://doi.org/10.20527/ecopsy. 2021.09.012 ABSTRAK Tingginya penggunaan internet pada remaja dapat menambah risiko dari aktivitas online, salah satunya adalah cyberbullying. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh moral disengagement (cognitive restructuring, minimizing agency, distortion of negative consequences, blaming atau dehumanizing the victim), peer attachment, usia, dan jenis kelamin terhadap perilaku cyberbullying. Penelitian ini dilakukan pada 260 remaja berusia 12-15 tahun dan sedang bersekolah di tingkat SMP di Jabodetabek yang diperoleh menggunakan purposive sampling. Uji validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan uji hipotesis diolah dengan analisis regresi berganda. Cognitive restructuring, minimizing agency, dan peer attachment berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku cyberbullying. Kata kunci: cyberbullying, moral disengagement, peer attachment, remaja ABSTRACT The growth of the internet use can increase the online risk of their activity, one of which is cyberbullying. The purpose of this study is to determine the effect of moral disengagement (cognitive restructuring, minimizing agency, distortion of negative consequences, blaming or dehumanizing the victim), peer attachment, age, and gender on cyberbullying behavior. This research includes 260 adolescents aged 12-15 years old who are currently studying in middle school within the Jabodetabek area, obtained using purposive sampling. The instrument validity test was completed using Confirmatory Factor Analysis (CFA), and the hypothesis test was processed using multiple regression analysis. Cognitive restructuring, minimizing agency, and peer attachment have a significant effect on cyberbullying behavior. Keywords: cyberbullying, moral disengagement, peer attachment, adolescent PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Adanya perkembangan ini menambah kenyamanan serta kemudahan dalam mengakses informasi dan berkomunikasi secara instan dengan siapapun (Wright, 2018), salah satunya yaitu penggunaan internet. Dari sekian banyak pengguna internet di Indonesia, sebanyak 66,2% remaja berusia 10- 14 tahun telah menggunakan internet dan 80,4% diantaranya merupakan siswa yang sedang bersekolah di tingkat SMP (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia [APJII], 2019). Tingginya penggunaan internet pada remaja dapat menambah risiko dari aktivitas online, salah satunya adalah cyberbullying (Wright, 2018). Cyberbullying merupakan perilaku yang dilakukan secara berulang dan disengaja yang menyebabkan orang lain menderita yang ditimbulkan melalui komputer, ponsel, dan perangkat elektronik lainnya (Patchin &