JUTIS Vol. 6 No. 2 Bulan Nopember 2018 p-ISSN: 2252-5351 Program Studi Teknik Informatika – Fakultas Teknik Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang 95 Perancangan Sistem Informasi Management Inventory Pada PT. Adiperkasa Anugrah Pratama Berbasis Web Riyan Stevany 1 , Taufik Hidayat 2 , Dine Agustine 3 1,2,3 Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Syekh-Yusuf Jln. Maulana Yusuf No 10 – Babakan Kota Tangerang 1 riyanstevany@gmail.com 2 thidayat@unis.ac.id 3 dine@unis.ac.id Intisari— PT. Adiperkasa Anugrah Pratama merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang metal manufacturing yang menjadi pemasok suku cadang rangka motor. Adapun masalah data barang masuk dan keluar, data pengiriman barang, data stok masih dicatat kedalam kartu stok sesuai dengan kwitansi atu surat transfer dari bagian produksi yang berisi berapa banyak barang yang masuk dan keluar untuk dikirim ke pelanggan, dan pendataan persediaan stok barang hanya dicatat di kartu stok yang telah disediakan kemudian baru disalin kembali ke komputer oleh bagian kantor sehingga terkadang mengalami kesulitan dalam perhitungan barang. Dan untuk mendapatkan informasi stok barang mengalami kesulitan terkadang informasi yang diberikan tidak sesuai dengan ketersediaan barang yang ada. Tujuan penelitian ini adalah membuat perancangan sistem informasi management inventory stok barang berbasis web, yang dapat mengeloloa barang masuk dan keluar, stok barang,pengiriman, notifikasi barang telah diterima oleh pelanggan dan dengan menggunakan metode pengembangan waterfall. Sistem informasi yang telah dihasilkan pada perancangan ini dapat mengelola data barang masuk dan keluar, data stok barang, data pengiriman, data bukti bahwa barang telah sampai dan diterima oleh customer serta informasi barang reject yang bisa dilakukan secara online oleh customer. Kata kunci— Sistem Informasi Management inventory, Stok Barang Masuk dan Keluar, Waterfall, Customer Abstract— PT. Adiperkasa Anugrah Pratama is one of the companies in Indonesia that is engaged in metal manufacturing which is a supplier of motorcycle frame parts. As for the problem of incoming and outgoing data, data on goods shipment, stock data is still recorded into the stock card in accordance with receipts or transfer letters from the production section which contains how many items entered and exited to be sent to customers, and inventory data is only recorded in the stock cards that have been provided are then copied back to the computer by the office so that they sometimes experience difficulties in calculating the items. And to get stock information information has difficulty sometimes the information provided is not in accordance with the availability of existing items. The purpose of this research is to design a web-based inventory management information system, which can manage incoming and outgoing goods, stock items, shipping, goods notification has been received by customers and by using the waterfall development method. The information system that has been produced in this design can manage incoming and outgoing goods data, stock data, shipping data, evidence data that the goods have arrived and received by the customer and reject goods information that can be done online by the customer. Keywords— Inventory Management Information System, Stock of Goods Enter and Exit, Waterfall, Customer I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Industri otomotif sekarang ini sangat pesat, hal ini ditandai dengan terus bertambahnya kuantitas kendaraan yang dimiliki masyarakat pada saat ini. Perkembangan industri sepeda motor terlihat dari lahirnya berbagai merek, model, type, warna dan spesifikasi lainnya. Semua ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas penduduk di berbagai aspek. Dalam laman resmi Assosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) di 2014 saja total penjualan dari 5 pabrikan sepeda motor (Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan TVS) adalah 7,908,941 unit. Atau naik sebesar 1.77% dibandingkan tahun 2013. (AISI, 2014) Hal ini menunjukkan bahwa dalam industri sepeda motor Indonesia mengalami persaingan yang sangat ketat. Seiring berkembangnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, persaingan bisnis dalam dunia industri semakin ketat. Jumlah