LAJU PERTUMBUHAN JENIS LAMUN Thalassia hemprichii DENGAN TEKNIK TRANSPLANTASI SPRIG ANCHOR DAN POLYBAG PADA JUMLAH TEGAKAN YANG BERBEDA DALAM RIMPANG DI PERAIRAN KABUPATEN BINTAN Rani Seprianti Jurusan Ilmu Kelautan, FIKP UMRAH, ranisepriantiaa@gmail.com Ita Karlina Jurusan Ilmu Kelautan, FIKP UMRAH, itakarlina@gmail.com Henky Irawan Jurusan Ilmu Kelautan, FIKP UMRAH, henkyirawan.umrah@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan lamun jenis Thalassia hemprichii yang ditransplantasi dengan metode Sprig anchor dan Polybag dengan jumlah tegakan yang berbeda sehingga didapatkan jumlah tegakan yang optimal bagi pertumbuhan lamun jenis Thalassia hemprichii yang di transplantasi dengan metode Sprig anchor dan Polybag. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei tahun 2016 di Kampe Desa Malangrapat Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Lamun Thalassia hemprichii yang ditransplantasi dengan metode sprig anchor dan polybag diberi 5 perlakuan yaitu tegakan 1, tegakan 2, tegakan 3, tegakan 4 dan tegakan 5. Analisis data dengan One-Way ANOVA menunjukkan laju pertumbuhan daun lamun dengan hasil laju pertumbuhan pada metode sprig anchor terdapat pengaruh yang nyata terhadap perlakuan tegakan lamun yang berbeda (p<0,05) dengan penmabahan panjang daun berkisar 0,41 cm/minggu hingga 0,64 cm/minggu. Laju pertumbuhan daun lamun pada metode polybag tidak memberikan pengaruh yang nyata (p>0,05) dengan penambahan panjang daun berkisar 0,43 cm/minggu hingga 0,72 cm/minggu. Pada tingkat kelangsungan hidup, data tergolong tidak normal sehingga data dianalisis secara nonparametrik dengan uji Kruskal Wallis. Tingkat kelangsungan hidup lamun Thalassia hemprichii menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap ukuran tegakan lamun yang berbeda (p>0,05) dengan nilai rata-rata tingkat kelangsungan hidup metode sprig anchor 67,64 % dan metode polybag 99,2 %. Tegakan optimal Lamun Thalassia hemprichii pada metode sprig anchor dicapai oleh tegakan 2 dan pada metode polybag tegakan optimal lamun dicapai oleh tegakan 1. Penentuan tegakan optimal lamun ini berdasarkan tegakan yang paling sedikit, tetapi memiliki parameter laju pertumbuhan yang paling cepat ataupun yang tidak berbeda nyata dari perlakuan dengan parameter pertumbuhan tercepat atau tertinggi. Hasil dari tegakan optimal yang dicapai merupakan pertumbuhan lamun Thalassia hemprichii yang efisien dan efektif dalam pemanfaatan secara berkelanjutan. Kata Kunci: Transplantasi Lamun, Thalassia hemprichii, Sprig anchor, Polybag