21 Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Usaha dan Energi Aras Hanif Afiat 1 , Supriyono Koes Handayanto 1 , Hari Wisodo 1 1 Pendidikan Fisika-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 17-06-2019 Disetujui: 14-01-2020 Abstract: This study aims to determine the problem solving abilities of high school students in solving physics problem topic working and energy. A total of 64 respondents solved physics problem about work and energy which consisted of four questions. The students' answers were evaluated using a rubric consisting of five indicators, namely useful description (UD), physics approach (PA), specific application of physics (SPA), mathematical procedures (MP), and logical progression (LP). The data analysis technique used qualitative descriptive. The results of the analysis show that the score of students' problem solving abilities is in a sufficient category, with the dominant score on indicators UD, PA and SPA. Students get poor score criteria on MP and LP indicators. In this case, students experience some difficulties, among others, students' mistakes in applying physics concepts in mathematical equations, students' mistakes in using equations that are not relevant to the problems presented and students' mistakes in using calculations that do not focus on the problem presented. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa SMA dalam memecahkan persoalan usaha dan energi. Sejumlah 64 responden mengerjakan soal usaha dan energi yang terdiri atas empat soal uraian. Hasil jawaban siswa dikoreksi dengan menggunakan rubrik yang terdiri atas lima indikator, yaitu usefull description (UD), physics approach (PA), spesific application of physics (SPA), mathematical procedures (MP), dan logical progression (LP). Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor kemampuan pemecahan masalah siswa berada dalam kategori cukup, dengan dominan skor pada indikator UD, PA dan SPA. Siswa mengalami kriteria kurang baik pada indikator MP dan LP. Dalam hal ini, siswa mengalami beberapa kesulitan, antara lain, kesalahan dalam mengaplikasikan konsep dalam persamaan matematis, menggunakan persamaan yang tidak relevan dengan permasalahan yang dipaparkan menggunakan perhitungan yang tidak fokus pada problem yang disajikan. Kata kunci: problem solving skill; effort and energy; high school student; kemampuan pemecahan masalah; usaha dan energi; siswa SMA Alamat Korespondensi: Aras Hanif Afiat Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: aras.hanif.1303216@students.um.ac.id Kemampuan pemecahan masalah telah menjadi keahlian krusial yang harus dimiliki oleh siswa pada abad ini (Ryan et al. 2016). Hingga saat ini, kemampuan pemecahan masalah dijadikan sebagai tujuan penting yang harus dicapai dalam pendidikan (Ding et al. 2011; Docktor et al. 2010; Seyhan 2014). Para peneliti, khususnya di bidang pendidikan tengah berlomba untuk mencari metode yang cocok dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, dan mencari model yang cocok untuk menilai kemampuan pemecahan masalah. Telah banyak metode yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, terutama pada bidang fisika (Bing and Redish 2009; De Cock 2012; Docktor et al. 2015; Lin and Singh 2015). Meski demikian, masih terdapat kendala umum yang dihadapi siswa terkait kemampuan pemecahan masalah. Problematika yang sering dihadapi siswa dalam menyelesaikan permasalahan fisika adalah melakukan plug and chug (Ding et al. 2011; Docktor et al. 2010). Siswa cenderung menyelesaikan permasalahan fisika dengan menerapkan persamaan matematis tanpa memperhatikan prinsip dan konsep yang tepat (Docktor et al. 2015). Padahal, problem solver yang baik harus memahami hakikat konsep dan prinsip yang digunakan untuk menyelesaikan masalah. Oleh sebab itu, penting bagi siswa untuk menyelesaikan permasalahan fisika dengan memperhatikan analisis kualitatif dengan memilah konsep penting (Harun et al. 2012). Kendala menyelesaikan permasalahan fisika juga masih banyak terjadi dalam menyelesaikan persoalan usaha dan energi (Lindsey, Heron, and Shaffer 2012). Materi bahasan usaha dan energi merupakan topik yang abstrak dan kompleks (Desianna Nugroho, Ellianawati, 2019). Untuk memecahkan kasus usaha dan energi, siswa harus memahami konsep sistem dan lingkungan (Serway, Jewett, & Peroomian, 2014). Selanjutnya, (Lindsey et al. 2012) menjabarkan kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan persoalan usaha dan energi, di antaranya (1) kesulitan dalam membedakan sistem dan lingkungan, (2) Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 5 Nomor: 1 Bulan Januari Tahun 2020 Halaman: 21—30