InFestasi Vol 17 No 2 Desember 2021 Hal. 143-156 143 Deteksi Kecurangan Laporan Keuangan dan Upaya Penanganannya Pada Bank Perkreditan Rakyat Financial Statement Fraud Detection and Prevention Measures in Rural Banks Bayu Wicaksono 1 ,Bambang Haryadi 2 1,2 Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia ARTICLE INFO Article History: Received Revised Publish Keywords: Fraud detection, fraud prevention, fraud triangle, redflags, rural banks DOI: 10.xxxx ABSTRACT This study was conducted with the aim of providing an overview in detecting fraudulent financial reports by paying attention to the fraud red flags symptomps that appear and can be used as input when providing policies to minimize the occur- rence of fraud in Rural Banks. This study uses a qualitative approach and data analysis technique using descriptive expressing variable characteristics or phenom- ena. Informants include branch leaders and each related unit supervisor. The re- sults showed that the potential symptoms that arise include changes in behavior and lifestyle, ineffective monitoring implementation, lack of segregation of duties, dissat- isfaction with the current job. The findings of red flags were then correlated with the fraud triangle theory and concluded that the opportunity factor is the factor that most needs special attention. Efforts that are used to minimize the occurrence of fraud were done in 2 ways, preventive efforts such as creating an honest organiza- tional culture and improving the quality of internal control and the repressive ef- forts be like giving punishment according to applicable regulations. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan gambaran dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan dengan memperhatikan gejala-gejala (redflags) kecurangan yang muncul serta dapat menjadi masukan pada saat mem- berikan kebijakan untuk meminimalisir terjadinya fraud pada Bank Perkreditan Rakyat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik analisis data menggunakan deskriptif yang mengungkapkan karakteristik yang ada pada situs penelitian. Informan meliputi pimpinan cabang dan masing-masing penyelia unit yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala-gejala potensial yang timbul meliputi adanya tekanan yang berlebih dari pimpinan, ketidakefektifan pelaksanaan monitoring, minimnya pemisahan tugas, ketidakpuasaan terhadap pekerjaan yang dimiliki saat ini, perubahan perilaku dan gaya hidup. Hasil temuan redflags kemudian dikeroleasikan dengan teori segitiga kecurangan dan disimpulkan bahwa faktor peluang merupakan faktor yang paling butuh perhatian khusus. Upaya yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecurangan dilakukan dengan 2 cara yakni upaya preventif (menjadikan budaya organisasi yang jujur dan meningkatkan kualitas pengendalian internal) serta melakukan upaya represif (memberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku) . 1. PENDAHULUAN Saat ini fraud menjadi problematika utama yang menjadi perhatian khusus di seluruh dunia baik pada sektor publik maupun pada sektor swasta. Fenomena fraud yang kerap terjadi pada organisasi atau ling- kungan kerja dapat dilakukan oleh semua pihak di dalamnya, baik pegawai itu sendiri sampai dengan pemangku kebijakan atau manejemen puncak juga dapat melakukan fraud yang mana dapat menimbulkan * Corresponding author: bambang.haryadi@trunojoyo.ac.id