1410 Tersedia secara online EISSN: 2502-471X Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 1 Nomor: 7 Bulan Juli Tahun 2016 Halaman: 14101416 PARTISIPASI ONLINE DALAM PEMBELAJARAN COMMUNITY OF INQUIRY (COI) PADA MATERI DISTILASI Effa Rachma Pratiwi, Surjani Wonorahardjo, Munzil Arief Pendidikan Kimia Pascasarjana-Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang. E-mail: effapratiwi@gmail.com Abstract: Participation of chemistry student State University of Malang in the course of chemical separation is not maximized. It is necessary to apply one student centered learning strategy, that inquiry. Inquiry who form a learners group called the Community of Inquiry (CoI). Face-to-face meeting is a little on the distillation that can not maintain CoI in the classroom so that online learning is applied. The purpose of this study was to determine the online participation through CoI in the distillation. The method used is the pre-experimental with descriptive data analysis. Descriptive analysis states student participation in online learning in the distillation was high. Keywords: participation, online, community of inquiry (CoI), distillation Abstrak: Partisipasi mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang dalam matakuliah pemisahan kimia belum maksimal sehingga perlu diterapkan salah satu strategi pembelajaran berpusat pada mahasiswa, yaitu inkuiri. Penerapan inkuiri dapat dilakukan dengan membentuk suatu kelompok mahasiswa yang disebut Community of Inquiry (CoI). Pertemuan tatap muka yang sedikit pada materi distilasi tidak dapat mempertahankan CoI di dalam kelas sehingga dilakukan pembelajaran online. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui partisipasi online mahasiswa melalui penerapan pembelajaran CoI pada materi distilasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan analisis data deskriptif. Hasil analisis deskriptif menyatakan partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran online pada materi distilasi adalah tinggi. Kata kunci: partisipasi, online, Community of Inquiry (CoI), distilasi Pembelajaran yang terjadi di setiap program studi tentunya memerhatikan pencapaian kompetensi lulusan yang dirumuskan masing-masing perguruan tinggi, seperti pembelajaran kimia, dimana memerhatikan pencapaian pembelajaran (learning outcomes) berupa internalisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kompetensi. Menurut Suprayogo (2011), salah satu hal yang membedakan pembelajaran kimia di perguruan tinggi dengan pembelajaran kimia pada jenjang sebelumnya adalah adanya tuntutan dikembangkannya sebuah penelitian dalam perguruan tinggi. Daya pikir mahasiswa termasuk dalam kategori taraf operasional formal, sehingga mereka mampu untuk mencari sendiri konsep-konsep dari sumber yang dikehendaki (Hotnaria, 2011:6). Mereka sudah mulai kritis, tahu apa yang dibutuhkan (bukan sekedar diinginkan) dan dipilihnya, serta semakin paham tentang bagaimana menentukan skala prioritas (Harsono, 2008:4). Dengan demikian, mahasiswa harus berperan serta atau berpartisipasi aktif dalam pembelajaran agar konsep-konsep dapat dipahami dengan baik. Partisipasi didefinisikan sebagai tindakan mengambil bagian dalam sesuatu (Oxford Dictionaries, 2016). Tindakan yang dilakukan seseorang dalam suatu kegiatan sebagai bentuk tanggungjawabnya yang melibatkan mental, emosi, dan fisik untuk pencapaian tujuan bersama. Mahasiswa yang berpartisipasi juga menunjukkan perbaikan dalam keterampilan komunikasi mereka, interaksi kelompok, dan berfungsi dalam suatu masyarakat demokratis (Girgin & Stevens, 2005 dalam White, 2011: 251). Partisipasi aktif dapat membentuk karakter mahasiswa dimana mahasiswa memiliki hubungan dengan lingkungan yang disebut interaksi sosial. Interaksi sosial diperlukan dalam pembentukan pengetahuan. Interaksi sosial merupakan faktor terpenting yang dapat memicu perkembangan kognitif seseorang (Vygotsky, 1978 dalam Slavin, 2000). Kegiatan belajar sebagai partisipasi mahasiswa di Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang (UM) dalam matakuliah pemisahan kimia belum maksimal. Hal ini dibuktikan dengan hasil angket pendahuluan yang diberikan peneliti kepada sampel sebelum memasuki materi distilasi. Terdapat 51,72% sampel menyatakan bahwa mereka tidak pernah bertanya kepada dosen terkait hal-hal yang belum dimengerti dan 44,83% sampel menyatakan bahwa hanya sesekali berdiskusi dengan teman sebaya baik di dalam maupun di luar kelas. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Saliman (2006:1), Harsono (2008:4), dan Weimer (2002) dalam Wright (2011:92), bahwa pembelajaran masih berpusat pada pengajar (dosen), yaitu selama perkuliahan berlangsung tidak pernah muncul pertanyaan ataupun gagasan yang berkaitan dengan materi perkuliahan.