(Jurnal Teknologi Informasi) Vol.3, No.1. Juni 2019 P-ISSN 2580-7927| E-ISSN 2615-2738 106 PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE LEARNING PADA MATA KULIAH PEMROGRAMAN CLIENT SERVER UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Muhammad Sabir Ramadhan Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Asahan Jl. Jend. Ahmad Yani No. 1 Kisaran, 21224 ramasabir@gmail.com ABSTRACT- This study aims to design interactive multimedia for computer client server programming with Android- based so that it can be accessed via smartphone. Client server programming course is one of compulsory subjects in Informatics Engineering course. With the realization of multimedia is expected to shorten the learning time of students, and students can more easily understand the material of client server programming rather than through the tutorial tutorial as usual, and is expected to improve learning achievement. This multimedia realization chose to use the Android operating system to be accessible through smartphone that is currently widely used by the students. This interactive multimedia presents theories, simulations and problems as the evaluation of client server programming learning. The results of this interactive multimedia will be tested through the test instrument to the students on the study program of Informatika Technique of Asahan University. Instrument test used to know student achievement. Test instrument used is a questionnaire instrument to determine the quality of interactive multimedia computer network courses. Multimedia is designed using the main software such as Macromedia Flash, Macromedia Director, and Macromedia Authorware and Eclipse 4.2 along with supporting applications. The material to be delivered on interactive multimedia is tailored to the syllabus of client server programming courses on Strata 1 level. The expected research output is in the form of teaching materials for the enrichment of client server programming subjects and multimedia technology and will be socialized through the national seminar in the field of informatic engineering. Keywords - interactive multimedia, Android, client server programming I. PENDAHULUAN Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan, agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (Sudjana & Rivai, 1997). Dalam proses belajar mengajar, diharapkan pendidik dapat menyampaikan materi yang diajarkan dan memberi fasilitas dalam belajar, seperti tanya jawab, sedangkan peserta didik dapat memahami materi yang diajarkan. Sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan seperti yang diharapkan. Karena belajar itu penting sesuai dengan pendapat Nursalim, dkk (2007 yang berbunyi, “belajar merupakan kegiatan penting yang dilakukan setiap orang secara maksimal untuk dapat menguasai atau memperoleh sesuatu”. Faktor pendukung dalam proses belajar mengajar diantaranya adalah media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan sarana bagi pendidik untuk menyampaikan materi dan mempermudah siswa dalam memahami materi yang diberikan. Dengan adanya media pembelajaran diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan dapat membantu siswa lebih memahami materi. Salah satu media pembelajaran yang menarik dan mudah diimplementasikan adalah mobile learning atau m- learning. Mobile learning/m-learning didefinisikan sebagai model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam hal ini khususnya memanfaatkan peralatan IT genggam dan bergerak seperti PDA, telepon genggam, smartphone ataupun tablet PC (Quinn, 200).. Terdapat tiga fungsi mobile learning dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction), yaitu sebagai suplemen (tambahan), yang sifatnya pilihan (opsional), pelengkap (komplemen), atau pengganti (substitusi). 1. Suplemen (tambahan) Mobile Learning berfungsi sebagai suplement (tambahan), sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan. 2. Komplemen (pelengkap) Mobile learning berfungsi sebagai komplemen (pelengkap), yaitu: materinya diprogramkan untuk melengkapi/reinforcement materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas. 3. Substitusi (pengganti) Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran kepada para peserta didik /siswanya. Tujuannya agar para peserta didik dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya