MINTAKAT: Jurnal Arsitektur Volume 22, Issue 1, 2021, page. 53-63 ISSN: 1411-7193 (Print), 2654-4059 (Online) ARSITEKTUR SIMBOLIS PADA PUSAT IBADAH SEBAGAI WUJUD TOLERANSI DI KOTA BATU JAWA TIMUR Aries Priyambodo 1* , Wiwik Widyo Widjajanti 2 ,Sigit Hadi Laksono 3 Jurusan Arsitektur, FTSP, ITATS [1,2,3] Jalan Arief Rachman Hakim, Nomor 100, Surabaya 60117 *ariespriyambodo081@gmail.com ABSTRAK Kota Batu, Jawa Timur memiliki beberapa kriteria yang sesuai untuk didirikan pusat ibadah berbagai umat beragama. Kota Batu merupakan salah satu kota destinasi wisata nasional yang tentu saja sangat mungkin menjadi kota tempat bertemunya masyarakat Indonesia dari berbagai daerah dengan keragaman suku dan agama. Keragaman agama di Indonesia yang dilindungi hak-hak dan kewajibannya oleh negara. Kota Batu sebagai lokasi sangat relevan untuk memiliki fasilitas umum berupa pusat tempat ibadah. Pusat ibadah di Kota Batu menjadi sebuah representasi diterapkannya toleransi antar umat beragama memberikan banyak manfaat. Di antaranya adalah diharapkan untuk dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang. Pusat Ibadah dalam tulisan ini adalah fasilitas umum berupa tempat ibadah yang bersebelahan sebagai perwujudan dari kerukunan antar umat beragama. Desain dan metode pendekatan yang dipilih diantaranya adalah pendekatan fungsi perwadahan dari aktifitas dengan mempelajari kegiatan sosial yang dapat diwadahi untuk memupuk toleransi antar umat. Pendekatan lainnya adalah arsitektur simbolis yang dimaksudkan untuk menghadirkan cirikhas dari masing masing agama. Arsitektur simbolis juga sekaligus dimaksudkan untuk mengekspresikan suatu jati diri sebuah karya arsitektural yang bermakna kerukunan beragama di Indonesia. Bentuk dan simbol diambil dari karya arsitektur tempat ibadah yang monumental dari 6 (enam) agama di Indonesia. Karya-karya tersebut mempunyai ciri khas desain memusat dengan menonjolkan bentuk yang dikenal oleh lingkungan luas serta perwujudan simbol alam semesta yang luas tinggi dan tak terhingga. Secara keseluruhan desain diharapkan bisa mewadahi aktifitas peribadatan yang dapat memupuk toleransi umat beragama khususnya di Kota Batu. Kata Kunci : Agama, Arsitektur Simbolis, Toleransi ABSTRACT Batu City, East Java has several criteria that are suitable for establishing a worship center for various religious communities. Batu City is one of the national tourist destination cities which of course is very likely to be a city where Indonesian people from various regions meet with ethnic and religious diversity. Religious diversity in Indonesia whose rights and obligations are protected by the state. Batu City as a location is very relevant to have public facilities in the form of a center for places of worship. The worship center in Batu City is a representation of the implementation of tolerance between religious communities MINTAKAT: Jurnal Arsitektur Universitas Merdeka Malang