MAKARA, KESEHATAN, VOL. 14, NO. 2, DESEMBER 2010: 75-80 75 75 STABILITAS KAPLET ASAM MEFENAMAT DENGAN SUHU DAN KELEMBABAN RUANG PENYIMPANAN YANG BERBEDA Teti Indrawati *) , Nopie Kartika Sari Program Studi Farmasi, FMIPA, Institut Sains dan Teknologi Nasional, Jakarta Selatan 12640, Indonesia *) E-mail: tinpidin@yahoo.com Abstrak Asam mefenamat merupakan obat yang rentan terhadap cahaya, dan kelembaban. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data stabilitas kaplet asam mefenamat yang disimpan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jakarta Barat sebagai bahan pertimbangan dalam penyimpanan obat yang baik di Puskesmas. Penelitian dilakukan dengan cara menentukan 7 Puskesmas berdasarkan sampling acak sederhana dari 74 Puskesmas di Jakarta Barat, kondisi tempat penyimpanan obat diamati selama enam bulan dengan metode observasi. Setelah itu, mutu kaplet asam mefenamat dievaluasi dengan metode eksperimental sesuai Farmakope Indonesia Edisi IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi penyimpanan di lima Puskesmas memenuhi syarat, suhu ruangan Puskesmas berkisar 23-29 ο C dengan kelembaban 58-67% dan kaplet asam mefenamat yang disimpan di Puskesmas tersebut juga memenuhi syarat selama penyimpanan 6 bulan. Ada dua Puskesmas yang kondisi ruang gudangnya tidak ber AC, tidak berventilasi, diterangi cahaya bohlam dengan suhu antara 30-35 ο C dan kelembaban antara 68-70% menyebabkan perubahan warna dan turunnya kadar tablet asam mefenamat Abstract Mefenamic Acid Caplet Stability in Storage Rooms with Different Temperature and Humidity. Mefenamic acid is an unstable drug to light and humidity can cause decomposition. This research aim to get stability data of mefenamic acid stored in West Jakarta health centers as consideration to good drug storage. The research was done by determining 7 health centers using simple random sampling from 74 health centers in West Jakarta, then the drugs depository condition were observed by observation method during 6 months, and the evaluation of mefenamic acid caplet quality were observed by experiment method according to the 4 th edition of The Indonesia Pharmacopoeia. The result of this research indicate that five of the depository condition were up to standard, the room temperature of these health centers range 23-29 ο C with humidity of 58-67% and mefenamic caplet in those health centers also up to standard during depository 6 months. There were two health centers were the depository room with lam light, no air conditioning and no ventilation, room temperature of 30-35 ο C and humidity of 68-70%, in which the color and content of mefenamic acid deteriorated. Keywords: caplet quality, drug room depository, condition in West Jakarta, health centers, mefenamic acid Pendahuluan Mutu semua obat yang boleh beredar sudah terjamin baik dan diharapkan obat akan sampai ke pasien dalam keadaan baik. Penyimpanan obat yang kurang baik merupakan salah satu masalah dalam upaya peningkatan mutu obat di Puskesmas. Secara umum jika dilihat dari tata laksana penyimpanan obat yang baik, penyimpanan obat di Puskesmas belum optimal, sehingga dapat menimbulkan turunnya mutu obat. Penyimpanan obat pada kondisi suhu udara yang sangat panas, kelembaban ruangan yang tinggi dan terpapar cahaya dapat merusak mutu obat. 1,2 Perubahan suhu merupakan salah satu faktor luar yang menyebabkan ketidakstabilan sediaan farmasi. 3-6 Data suhu udara di wilayah Jakarta pada tahun 2009 menunjukan bahwa Jakarta Barat beriklim panas dengan suhu rata-rata per tahun berkisar antara 27-32 ο C dengan curah hujan rata-rata 2000 m/tahun. 8,9 Wilayah Jakarta Barat yang memiliki 74 Puskesmas dengan kondisi suhu udara yang sangat bervariasi dan berpotensi untuk menurunkan mutu obat yang disimpan, sehingga pada penelitian ini dipilih penyimpanan obat di tujuh Puskesmas yang ada di wilayah Jakarta Barat.