1135 Ekstrak Daun Singkong Baik Sebagai Antioksidan pada Burung Puyuh Dewasa yang Mendapat Paparan Panas Singkat (EXTRACT OF CASSAVA LEAVES IS A GOOD ANTIOXIDANT FOR MATURE QUAIL WHICH EXPOSED TO HEAT IN SHORT TIME) La Jumadin 1 , Aryani Sismin Satyaningtijas 2 , Koekoeh Santoso 2 1 Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Ilmu-Ilmu Faal dan Khasiat Obat, Jurusan Biologi, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo 2 Bagian Fisiologi, Departemen Anatomi, Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Jl. Agatis Kampus IPB Dramaga, Bogor, Indonesia 16880 Telp: (0251) 8629462; E-mail: jumadinfkhipb@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi ekstrak klorofil daun singkong sebagai antioksidan pada burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) dewasa yang dipapar panas singkat. Adapun peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, kecernaan pakan, bobot badan, jumlah telur, bobot telur, tinggi kuning telur, tinggi putih telur/albumen, bobot ovarium, bobot uterus, dan tebal kerabang telur. Penelitian ini terdiri dari enam kelompok perlakuan. Kelompok kontrol (K0), kelompok hewan uji hanya diberi ekstrak klorofil daun singkong 5,29 mg/168 g bobot badan/oral (KL). Kelompok hewan uji dipapar suhu 40 Ë% C selama delapan jam tiap hari (P). Kelompok P+KL1, P+KL2, dan P+KL3 masing-masing dipapar suhu 40 Ë% C selama delapan jam tiap hari, kemudian diberi ekstrak klorofil daun singkong 5,29, 10,58, dan 21,16 mg/168 g bobot badan per oral selama 28 hari setelah diadaptasikan satu minggu. Parameter seperti konsumsi pakan, kecernaan pakan, jumlah telur, dan bobot telur dihitung setiap hari selama penelitian. Parameter lain diukur di akhir perlakuan, kecuali bobot badan dilakukan setiap minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burung puyuh yang mendapatkan paparan panas (P) konsumsi pakannya cenderung menurun dibandingkan kelompok K0. Rataan kecernaan pakan tertinggi dijumpai pada kelompok KL. Rataan bobot badan burung puyuh yang mendapatkan ekstrak klorofil daun singkong cenderung meningkat dibandingkan dengan perlakuan K0 dan P. Rataan jumlah dan bobot telur pada kelompok yang mendapatkan paparan panas dan ekstrak klorofil daun singkong cenderung meningkat dibandingkan kelompok K0, kecuali pada kelompok P+KL3. Rataan tinggi kuning telur/yolk dan albumen dari kelompok burung puyuh yang mendapat ekstrak klorofil daun singkong cenderung lebih tinggi dibandingkan kelompok K0 dan P. Rataan bobot ovarium dan uterus pada semua kelompok perlakuan tidak menunjukkan perbedaan (P>0,05). Rataan tebal kerabang telur pada kelompok P paling tipis dibandingkan yang lain. Simpulan pada penelitian ini adalah ekstrak daun singkong memiliki potensi sebagai antioksidan pada burung puyuh dewasa yang diberikan paparan panas singkat. Kata-kata kunci: paparan panas; antioksidan; telur ABSTRACT The aims of this study was to investigate the potential use of chlorophyll extracted form cassava leaves as antioxidant for quail (Coturnix coturnix japonica). The experimental design adopted in this study was simple randomized design consisting of 6 treatments. The six treatments consist of chlorophyll extract at the dose 5,29 mg/168 g body weight (KL), animal exposed to 40 Ë% C for 8 hours daily (P), animal exposed to 40 o C for 8 hours daily treated with chlorophyll extract at the dose of 5,29 (P+KL1), at the dose of 10,58 (P+KL2, and at the dose of 21,16 mg/168 g (P+KL3). The treatment was conducted for 28 days following 7 days adaptation period. Parameters observed in this study was feed consumption, feed digestibility body weight, the number of eggs, egg weight the level of yolk the level of albumin, the weight of ovaries and uterus and the thickness of egg shell. The results showed that quail exposed to 40 o C for 8 Jurnal Veteriner Maret 2017 Vol. 18 No. 1 : 135-143 pISSN: 1411-8327; eISSN: 2477-5665 DOI: 10.19087/jveteriner.2017.18.1.135 Terakreditasi Nasional, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, online pada http://ojs.unud.ac.id/php.index/jvet Kemenristek Dikti RI S.K. No. 36a/E/KPT/2016