161
Copyright © 2019, BAWAL WIDYA RISET PERIKANAN TANGKAP (BAWAL)
Korespondensi penulis:
e-mail: my_agstina@yahoo.co.id
Telp. +62 812-7285-7774
DOI: http://dx.doi.org/10.15578/bawal.11.1.2019.161-173
Tersedia online di: http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/bawal
e-mail:bawal.puslitbangkan@gmail.com
BAWAL WIDYARISET PERIKANAN TANGKAP
Volume 11 Nomor 3 Desember 2019
p-ISSN: 1907-8226
e-ISSN: 2502-6410
Nomor Akreditasi Kementerian RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018
BAWAL. 11 (3) Desember 2019: 161-173
PERIKANAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares Bonnaterre, 1788)
PADAARMADATONDA DI SAMUDERA HINDIA SELATAN JAWA
YELLOWFIN TUNA (Thunnus albacares Bonnaterre, 1788) FISHERIES ON TROLL LINE
FLEET IN THE INDIAN OCEAN PART OF SOUTH JAVA
Maya Agustina*
1
, Bram Setyadji
1
dan Prawira A.R.P. Tampubolon
1
1
Loka Riset Perikanan Tuna, Denpasar, Jl. Mertasari No. 140, Br. Suwung Kangin, Sidakarya, Denpasar, Bali 80224, Indonesia
Teregistrasi I tanggal: 31 Mei 2019; Diterima setelah perbaikan tanggal: 18 Februari 2020;
Disetujui terbit tanggal: 18 Februari 2020
ABSTRAK
Tuna sirip kuning (Thunnus albacares) merupakan hasil tangkapan terbanyak dibandingkan dengan jenis
tuna lainnya di Indonesia. Ketersediaan stok tuna sirip kuning di Samudra Hindia, pada saat ini, diperkirakan
dalam keadaan lebih tangkap. Oleh karena itu, pengelolaan secara tepat dan bertanggungjawab penting dilakukan
untuk melindungi spesies tuna, salah satu caranya dengan mengkaji alat tangkap yang digunakan. Tulisan ini
bertujuan untuk mengungkapkan produktivitas dan hasil tangkapan armada tonda, serta struktur ukuran dan
hubungan panjang bobot ikan tuna sirip kuning yang di daratkan di selatan Jawa. Komposisi tangkapan tertinggi
dari armada tonda diseluruh pendaratan ikan tuna di selatan Jawa terdiri atas tuna sirip kuning dan cakalang.
Analisis CPUE menunjukkan hasil yang fluktuatif di setiap lokasi pendaratan tuna sirip kuning di Selatan Jawa.
Tuna sirip kuning yang tertangkap di selatan Jawa dengan armada tonda sebagian besar adalah ikan yang belum
layak tangkap karena berukuran kurang dari 100 cmFL. Struktur ukuran panjang tuna sirip kuning yang tertangkap
semakin ke Timur semakin panjang ukurannya. Pola pertumbuhan tuna sirip kuning yang tertangkap di Binuangeun
memiliki pola isometrik, PPN Palabuhanratu bersifat allometrik Positif, PPP Sadeng, P2SKP Pacitan, PPN Prigi
dan P2SKP Sendang Biru bersifat allometrik negatif.
Kata Kunci: Armada tonda; CPUE; pola pertumbuhan; tuna sirip kuning
ABSTRACT
Yellowfin tuna (Thunnus albacares) is the largest catch compared to other tuna species in Indonesia. The
availability of yellowfin tuna stock in the Indian Ocean, at present, is estimated to be in overfished condition.
Therefore, proper and responsible management is important to protect the species. One of the ways is by
studying the used fishing gear. This paper aims at determining vessel’s productivity, as well as composition, size
structure and length-weight relationship of yellowfin tuna catches from troll line fleet in the Indian Ocean part of
south Java. The highest catch of tuna in all of the troll line landing places was yellowfin tuna, following by
skipjack tuna. CPUE analysis showed fluctuating results at each landing site. Yellowfin tuna sizes caught by troll
line fleet were mostly less than 100 cmFL and categorized as should not be properly caught. Geographically,
getting to the east the average size of the catches tend to be larger. The growth pattern of yellowfin tuna catches
landed in Binuangeun was isometric; Palabuhanratu was positive allometric; while those landed in Sadeng,
Pacitan, Prigi and Sendang Biru were negative allometric.
Keywords: Troll line; CPUE; growth pattern; yellowfin tuna