JURNAL TEKNIK ITS Vol. 7, No. 2, (2018) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) C157 Abstrak—Studentifikasi dapat dipahami sebagai proses yang disebabkan oleh konsentrasi hunian pelajar berpendidikan tinggi yang diiringi dengan perubahan struktur spasial yang berdampak sosial, ekonomi, budaya dan fisik pada kawasan lokal lembaga pendidikan tinggi. Data Kawasan Sekitar Kampus ITS menunjukkan terjadi perubahan kavling yang signifikan, kenaikan harga tanah, pertambahan penduduk muda berlatar belakang asal yang bervariasi, hingga tumbuhnya fasilitas akomodasi mahasiswa. Sehingga studentifikasi menjadi hal yang tidak dapat dielakkan bagi kawasan. Untuk mengantisipasi efek studentifikasi maka dibutuhkan suatu penjelasan logis dan ilmiah mengenai pola dari gejala studentifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor penentu kriteria dari gejala studentifikasi yang terdapat di Kawasan Sekitar Kampus ITS. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-kuantitaif dengan metode wawancara delphi. Hasil analisa menunjukkan faktor-faktor penentu studentifikasi pada kawasan Sekitar Kampus ITS Sukolilo antara lain: Kebutuhan Ruang (fisik), Densitas/Kepadatan Penduduk (fisik), Kelengkapan Fasilitas Lingkungan (fisik), Keberadaan Induk Semang pada Hunian (sosial), Interaksi Antara Mahasiswa dan Masyarakat (sosial), Pertambahan Penduduk Muda (sosial), Bauran Mahasiswa dan Masyarakat (budaya), Kepemilikan Properti (ekonomi), Indekos sebagai Investasi (ekonomi), Kepemilikan Usaha Lain (ekonomi), Harga Jual Tanah (ekonomi). Kata Kunci— Studentifikasi, Gentrifikasi, Kawasan Sekitar Kampus ITS. I. PENDAHULUAN TUDENTIFIKASI dapat dipahami sebagai proses yang disebabkan oleh konsentrasi hunian pelajar berpendidikan tinggi yang diiringi dengan perubahan struktur spasial yang berdampak sosial, ekonomi, budaya dan fisik pada kawasan lokal lembaga pendidikan tinggi[1]. Studentifikasi memiliki dampak berupa revitalisasi kawasan dan membawa terbukanya kesempatan ekonomi. Selain itu, studentifikasi juga menyebabkan segregasi sosial, berkembangnya isu konflik sosial dengan penduduk asli, serta membawa karakter kawasan student ghettoe yang ramai saat periode akademik dan seperti kota kosong ketika musim liburan[2]. Gejala studentifikasi juga memiliki pengaruh terhadap struktur ruang[3]. Masuknya mahasiswa pada suatu kawasan menjadi salah satu penyebab terjadinya perubahan lahan di kawasan Sekitar Kampus ITS[4]. Dalam penelitian tersebut perubahan lahan terlihat mengalami pertambahan signifikan dimana unit kavling tumbuh 72% pada interval tahun 1996-2014. Pada tahun 1996 berjumlah 10.767 unit menjadi 18.472 unit pada tahun 2014 yang didominasi penggunaan pondokan (hunian) dan perdagangan jasa. Bagi penduduk asli yang menetap, hal ini memberikan desakan (ekonomi dan sosial) untuk beradaptasi atau memilih berpindah ke daerah lain (karena tidak mampu beradaptasi). Sehingga gejala studentifikasi pada prinsipnya akan membawa perubahan proporsi penggunaan lahan yang didominasi oleh mahasiswa dan kegiatan akomodasi bagi mahasiswa. Kawasan Sekitar ITS merupakan kawasan strategis dengan wujud ruang cluster pendidikan yang diarahkan untuk kegiatan utama pendidikan dan perdagangan-jasa[5]. UP. Kertajaya merupakan kawasan Surabaya Timur yang melingkupi Kecamatan Sukolilo dimana Kampus Utama ITS berada. Masuknya kelas mahasiswa di kawasan sekitar ITS membawa lonjakan permintaan hunian untuk kelas mahasiswa. Jumlah Mahasiswa yang diterima di ITS pada tahun 2017 saja berjumlah 1.059 jalur SNMPTN, 1.366 jalur SBMPTN, dan 1026 jalur PKM, dengan total 3.451. Para mahasiswa akan berdomisili di area kampus (on campus) dan di luar kampus (off campus). Daerah on campus adalah daerah asrama (purposed-built) [6] yang diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat pertama dan Perumahan Dosen (Perumdos). Sementara untuk mahasiswa off campus tersebar di kelurahan di sekitar ITS. Hal ini menunjukan besarnya okupansi mahasiswa pada kawasan Sekitar ITS itu sendiri. Data demografi kawasan Sekitar ITS yang terdiri dari lima kelurahan terdekat ITS (Keputih, Gebang Putih, Mulyorejo, Kejawan Keputih Tambak, dan Kalisari) menunjukkan setidaknya pada tahun 2013-2015 jumlah penduduk Kawasan Sekitar ITS meningkat 7%. Hal ini mengindikasikan pertumbuhan yang cukup tinggi di kawasan ini. Sementara untuk komposisi penduduk pindah dan datang menunjukkan angka 925 jiwa dan 1.611 jiwa pada tahun 2013. Pada tahun 2015, jumlah penduduk pindah naik 45% menjadi 1.345 jiwa. Sementara penduduk datang naik 26% menjadi 2.037 jiwa[7]. Hal ini menunjukkan perpindahan penduduk yang lebih besar daripada penduduk yang masuk ke kawasan Sekitar ITS dari penduduk yang teregistrasi di Dinas Pencatatan Sipil Surabaya. Secara tidak langsung dapat disimpulkan terjadi indikasi tergesernya masyarakat pada kawasan Sekitar ITS. Penelitian mengenai Studentifikasi pertama kali dilakukan di Leeds, Brighton [8], Orono [9], Kuala Lumpur [10], Yogya [11], dan Semarang [12] dapat disimpulkan bahwa kawasan yang memiliki Perguruan Tinggi mengalami fenomena studentifikasi. Gejala studentifikasi tersebut berdampak positif dan negatif sehingga dibutuhkan suatu antisipasi untuk menekan dampak negatif dan positifnya. Sementara, keadaan eksisting dilihat dari data empiris menunjukkan indikasi terjadinya studentifikasi di Kawasan Sekitar ITS. Perubahan lahan dan kavling yang didominasi mahasiswa, berkembangnya indekos dan perdagangan jasa pendukung mahasiswa, hingga perubahan budaya agregat yang tercipta akibat masuknya mahasiswa ke dalam kawasan. Keadaan ini mengindikasikan adanya gejala studentifikasi. Apabila tidak Faktor-Faktor Penentu Studentifikasi di Kawasan Sekitar ITS Sukolilo Ahmad Zuhdi dan Putu Gde Ariastita Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Arsitektur, Desain, dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) E-mail: ariastita@urplan.its.ac.id S