231 Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Volume 5 Nomor 2 P-ISSN: 2502-7638; E-ISSN: 2502-8391 Puji Rahayu, Warli, Imas Cinta Mulya: Tehnik Scaffolding Dalam Meningkatkan Kemampuan Membuktikan Pernyataan pada Mahasiswa | Halaman 231– 239 TEHNIK SCAFFOLDING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBUKTIKAN PERNYATAAN PADA MAHASISWA Puji Rahayu 1 , Warli 2 , Imas Cintamulya 3 1 Prodi Pendidikan Matematika FKIP Unirow Tuban email: pujirahayumpd@gmail.com 2 Prodi Pendidikan Matematika FKIP Unirow Tuban email: warli66@gmail.com 3 Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unirow Tuban email : cintamulya66@gmail.com Abstrak Artikel ini mengkaji teori tentang tehnik scaffolding dalam meningkatkan kemampuan membuktikan pernyataan pada mahasiswa. Kajian dalam artikel bertujuan memberikan penjelasan tentang bagaimana tehnik scaffolding dalam meningkatkan kemampuan membuktikan pernyataan. Kemampuan membuktikan pernyataan sangat penting bagi mahasiswa matematika, mengingat pentingnya hal tersebut, maka perlu diberikan tehnik perkuliahan yang bias membantu dalam tahap awal perkuliahan kemudian mengurangi bantuan dengan memberikan tanggung jawab atau kesempatan pada mahasiswa menjadi mahasiswa yang mandiri dan bisamengoptimalkan kemampuannya. Tehnik scaffolding telah banyak digunakan dan diteliti untuk mewujudkan tujuan perkuliahan dan kesuksesan mahasiswa. Teori yang di rangkum oleh penulis didukung dari berbagai sumber dan teori yang telah dirangkum yang dijadikan acuan penulis untuk menguatkan pendapat. Kata kunci: tehnik scaffolding,kemampuan membuktikan pernyataan PENDAHULUAN Pada perguruan tinggi khususnya program studi pendidikan matematika dan matematika banyak mata kuliah yang menekankan pembuktian antara lain dalam mengkonstruksi sebuah bukti. Pembuktian dalam matematika mempunyai peran penting karena didalam matematika selalu bergelut pernyataan dan simbol. Salah satu perannya yaitu dapat menyakinkan kebenaran dari suatu pernyataan. Mata kuliah yang menekankan pada pembuktian rata- rata menggunakan variabel atau simbol tetapi kenyataan di lapangan mahasiswa khususnya Prodi Pendidikan Matematika dan prodi matematika dalam Perguruan Tinggi, rata rata senang mempelajari mata kuliah yang tidak menggunakan variabel, tetapi ketika mata kuliah tersebut menggunakan variabel seperti yang dinyatakan dalam bentuk definisi, rumus-rumus, teorema, aksioma, definisi , lemma, dan lain lain, mahasiswa bekerja keras untuk mulai memahami dan mempelajarinya, contohnya mata kuliah Struktur Aljabar yang secara sepintas seakan-akan mudah materinya, tetapisulit untuk mengubah bentuk aljabar ke bahasa verbal begitu juga sebaliknya, karena mahasiswa belum terbiasa dalam memecahkan masalah dan berfikir kritis. Jadi matematika disenangi mahasiswa jika matematika dihubungkan dengan kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mata kuliah matematika yang dipelajari di perguruan tinggi membutuhkan kemampuan matematis karena materi yang disajikan lebih bersifat abstrak. Kemampuan membuktikan pernyataan adalah salah satu kemampuan yang harus di miliki mahasiswa karena berpengaruh pada mata kuliah lainnya yang syarat