99 Penerapan Model PBLBernuansaEtnomatematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Motivasi Belajar Siswa Endang Nurliastuti 1) , Nuriana Rachmani Dewi 2) , Sigit Priyatno 3) 1 PPG SM-3T (FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Tegal) 2 Jurusan Matematika (FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Semarang) 3 SMA Negeri 1 Semarang ennurlia@gmail.com Abstrak Kemampuan pemecahan masalah bagi siswa merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Selain itu, motivasi belajar siswa juga perlu ditingkatkan karena dengan adanya motivasi belajar yang tinggi siswa menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika, sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa adalah model Problem Based Learning (PBL) bernuansa etnomatematika. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah 40 siswa kelas XI MIPA 9 SMA Negeri 1 Semarang Tahun Pelajaran 2017/2018. Materi yang terlibat adalah program linear. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I, jumlah siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis mencapai KKM sebanyak 70 % masih kurang dari syarat indikator pencapaian yang diharapkan sebesar 75, sementara pada siklus II meningkat menjadi 82,5 % memenuhi indikator yang diharapkan dalam penelitian ini. Motivasi belajar siswa pada siklus I memperoleh kategori sedang, sementara pada siklus ke II memperoleh kategori tinggi. Data nilai siswa menunjukan korelasi positif antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan tingkat motivasi belajar siswa. Kata kunci: kemampuan pemecahan masalah matematis, motivasi belajar, model problem based learning, etnomatematika PENDAHULUAN Secara umum, pembelajaran matematika bertujuan agar siswa memiliki kecakapan atau kemahiran matematika. Kecakapan yang dimaksud terutama dalam pengembangan penalaran, komunikasi, dan pemecahan masalah (problem solving). Pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika yang mencakup berbagai masalah dengan berbagai cara penyelesaian. Sehingga diperlukan strategi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematis.Pada pembelajaran matematika siswa diharapkan mampu untuk memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Sumarmo (2010) mengemukakan pemecahan masalah matematis mempunyai dua makna, yaitu: (1) Pemecahan masalah sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang digunakan kembali dalam menemukan kembali dan memahami materi konsep dan prinsip matematika. (2) Pemecahan masalah sebagai suatu kegiatan yang terdiri dari mengidentifikasikan data untuk memecahkan masalah, membuat model matematika dari suatu masalah dalam kehidupan sehari-hari, memilih dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah, PRISMA 1 (2018) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/