BERKALA PERIKANAN TERUBUK VOL 49 NO 1 FEBRUARI 2021 BERKALA PERIKANAN TERUBUK Journal homepage: https://terubuk.ejournal.unri.ac.id/index.php/JT ISSN Printed: 0126-4265 ISSN Online: 2654-2714 * Corresponding author. E-mail address: santhy.sidauruk@lecturer.unri.ac.id Characteristics of Alcohol-Free Hand Sanitizer Containing Eucheuma spinosum Extract as An Active Compound Karakteristik Hand Sanitizer Bebas Alkohol yang Mengandung Ekstrak Eucheuma spinosum sebagai Bahan Aktif Santhy Wisuda Sidauruk*, Andarini Diharmi, N. Ira Sari, Febriani Melisa Sinurat Jurusan Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, Indonesia INFORMASI ARTIKEL Diterima: 10 Januari 2021 Distujui: 25 Februari 2021 Keywords: Antibacterial, B. subtilis, E. coli, pH, red algae, viscosity. A B S T R A C T Eucheuma spinosum, red algae, contains secondary metabolites that act as antibacterial. It can be used as an active compound in the production of alcohol-free hand sanitizer. This research was aimed to determine the gram-positive and gram-negative antibacterial activity, pH, and viscosity of alcohol-free hand sanitizer containing E. spinosum extract. The results showed that the alcohol-free hand sanitizer containing 8% E. spinosum extract had characteristics in the form of a gel with the antibacterial activity of gram-positive bacteria (Bacillus subtilis) of 8.83±0.76 mm and gram-negative bacteria (Escherichia coli) of 8.67±0.58 mm, pH appropriate to pH of skin human (5.83±0.29), and viscosity following the hand sanitizer standard (2708 cps). 1. PENDAHULUAN Penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID19) atau dikenal a novel coronavirus (2019-nCoV) telah dilaporkan pertama kali di Wuhan, Hubei, China pada Desember 2019. Virus tersebut diketahui berasal dari hewan dan menginfeksi manusia yang menyebabkan penyakit gangguan pernapasan (pneumonia) akut dengan presentasi klinis yang sangat menyerupai Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus (SAR-CoV) (Huang et al., 2020). WHO menetapkan status darurat pandemi global sejak Maret 2020 dikarenakan penyebaran COVID19 yang sangat cepat dan telah menginfeksi hampir keseluruhan wilayah di dunia (WHO, 2020). Selama menghadapi masa pandemi COVID19, Indonesia telah banyak melakukan tindakan- tindakan untuk pencegahan penyebaran COVID19 mulai dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga adaptasi kebiasaan baru (new normal). New normal merupakan suatu pola hidup baru yang dilakukan oleh masyarakat agar tetap produktif dan terlindungi dari COVID19 selama masa pandemi. New normal merupakan langkah percepatan penanganan virus COVID19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi (Ibrahim, 2020). Penerapan protokol kesehatan harus selalu diterapkan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari di masa new normal, diantaranya menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan hand sanitizer (Samosir dan Mase, 2020).