Lia Qelina dan Risti Graharti I Human Mongkeypox Virus: Respon kesiapan Dunia Akan Wabah Infeksi Virus Monkeypox Medula | Volume 9 | Nomor 3 | Oktober 2019 | 483 Human Monkeypox Virus : Respon Kesiapan Darurat Dunia Lia Qelina 1 , Risti Graharti 2 1 Mahasiswa, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung 2 Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Abstrak Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Virus monkeypox merupakan anggota genus orthopoxvirus dalam keluarga poxviridae. Genus orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar smallpox) dan virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar smallpox). Infeksi virus monkeypox sebagian besar terjadi di daerah hutan hujan seperti di Afrika Tengah dan Afrika Barat. Penularan virus monkeypox ke manusia dari hewan seperti monyet dan hewan pengerat (rodent) melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit hewan yang terinfeksi, dan mengonsumsi daging hewan liar yang terkontaminasi. Gejala klinis pada monkeypox timbul diawali dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati, nyeri punggung, nyeri otot serta timbul ruam dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap. Monkeypox hanya dapat didiagnosis secara pasti melalui pemeriksaan laboratorium dengan inokulasi melalui lesi kulit akibat gigitan hewan yang terinfeksi. Diagnosis laboratorium sangat penting karena secara klinis penyakit monkeypox/ cacar monyet tidak dapat dibedakan dari penyakit cacar lainnya. Tidak terdapat pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus monkeypox. Namun, Pusat pengobatan pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) merekomendasikan vaksinasi variola dalam waktu 2 minggu, idealnya sebelum 4 hari, setelah paparan. Pengobatan simptomatik dan supportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul . Pencegahan yang efektif pada infeksi virus monkeypox adalah dengan membatasi kontak pada pasien atau hewan yang terinfeksi. Keywords: Monkeypox, penularan, pencegahan Human Monkeypox Virus : World Emergency Preparedness Response Abstract Monkeypox is a disease caused by a virus that is transmitted through animals (zoonosis). Monkeypox virus is a member of the genus orthopoxvirus in the poxviridae family. The orthopoxvirus genus also includes the variola virus (the cause of smallpox) and vaccinia virus (used in the smallpox smallpox vaccine). Monkeypox infection mostly occurs in rainforest regions such as Central Africa and West Africa. The virus transmits monkeypox to humans from animals such as monkeys and rodents (mice) through direct contact with the blood, bodily fluids or skin lesions of the animals involved, and consuming contaminated wild animals meat (bush meat). Clinical symptoms of monkeypox arise with fever, severe headaches, lymphadenopathy, back pain, muscle aches and rashes from the face and then spread to other parts of the body gradually. Monkeypox can only be diagnosed by laboratory examination by examining through the skin with animal bites as needed. Laboratory diagnosis is very important because the clinical disease of monkeypox / monkey pox cannot be distinguished from other smallpox diseases. Not available for special treatment or vaccinations available for monkeypox virus infections. However, the Centers for Disease Management and Treatment (CDC) responds to variola vaccination within 2 weeks, ideally before 4 days, after the visit. Symptomatic and supportive treatment can be given to alleviate complaints that arise. Effective prevention of monkeypox virus infections is by contacting contacts with patients or protected animals. Keywords: Monkeypox, prevention, transmission Korespondensi : Lia Qelina, Jln. Zainal Abidin fitrinofane Bandar Lampung. HP 085764662284, E-mail liamunandar06@gmail.com Pendahuluan Monkeypox (MPXV) adalah zoonotik orthopoxvirus (OPX) yang secara endemis berasal dari Afrika Barat dan Tengah. Sejak tahun 2005, kasus MPX yang telah dilaporkan berasal dari Cekungan Kongo di Republik Demokratik Kongo, Republik Afrika Tengah. Pencegahan yang sudah dilakukan seperti pemberian vaksinasi cacar dengan virus Vacinia dapat digunakan juga sebagai perlindungan infeksi MPXV pada manusia. Keadaan yang memungkinkan dapat berkonstribusi meningkatkan kejadian MPXV adalah kurangnya vaksinasi cacar secara rutin. 1,6 MPXV ditransmisikan dari sumber zoonosis primer dan virus ini juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Sedangkan untuk spesies hewan yang diduga sebagai pembawa virus primer belum banyak