Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol.10, No.2, Oktober 2020, pp. 76 80 ISSN 2615-188X(Online), ISSN 2089 0451(Print) DOI: 10.47718/jkl.v10i2.1165 Journal homepage: https://ejurnal.poltekkes-manado.ac.id/index.php/jkl 76 Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) Sebagai Model Peramalan Kasus Demam Berdarah Dengue Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) As A Forecasting Model For Dengue Hemorrhagic Fever Roro Kushartanti a , Maulina Latifah b Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan HAKLI Semarang, Indonesia A B S T R A C T / A B S T R A K ARIMA is a forecasting method time series that does not require a specific data pattern. This study aims to analyze the forecasting of Semarang City DHF cases specifically in the Rowosari Community Health Center. The study used monthly data on DHF cases in the Rowosari Community Health Center in 2016, 2017, and 2019 as many as 36 dengue case data. The best ARIMA model for forecasting is a model that meets the requirements for parameter significance, white noise and has the MAPE (Mean Absolute Percentage Error Smallest) value. The results of the analysis show that the best model for predicting the number of dengue cases in the Rowosari Public Health Center Semarang is the ARIMA model (1,0,0) with a MAPE value of 43.98% and a significance coefficient of 0.353, meaning that this model is suitable and feasible to be used as a forecasting model. DHF cases in the Rowosari Community Health Center Semarang City. Keywords: Forecasting, ARIM; Dengue Hemorrhagic Fever ARIMA merupakan salah satu metode peramalan time series yang tidak mensyaratkan adanya suatu pola data tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peramalan kasus DBD Kota Semarang secara khusus di wilayah kerja Puskesmas Rowosari. Peneitian menggunakan data bulanan kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Rowosari tahun 2016, 2017, dan 2019 sebanyak 36 data kasus DBD. Model ARIMA terbaik untuk peramalan adalah model yang memenuhi syarat signifikasi parameter, white noise dan memiliki nilai MAPE (Mean Absolute Percentage Error) terkecil. Hasil analisis menunjukkan model terbaik untuk peramalan jumlah kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Rowosari Kota Semarang adalah model ARIMA (1,0,0) dengan nilai MAPE 43,98% serta koefisien signifikansi sebesar 0,353, artinya model ini cocok dan layak digunakan sebagai model peramalan kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Rowosari Kota Semarang. Kata Kunci : Peramalan, ARIMA, Demam Berdarah Dengue Copyright © 2020 Jurnal Kesehatan Lingkungan All right reserved *Alamat korespondensi : email : rorokushartanti@gmail.com PENDAHULUAN ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) merupakan salah satu model peramalan yang secara penuh mengabaikan variabel independen, merupakan analisis dan peramalan data runtun waktu (time series). ARIMA dapat digunakan untuk peramalan jangka pendek, menengah, dan panjang, namun lebih tepat digunakan untuk peramalan jangka pendek. Model ini terdiri dari tiga langkah dasar yaitu tahap identifikasi, tahap penaksiran dan pengujian, dan penaksiran diagnostik. ARIMA merupakan penggabungan antara model AR (Autoregressive), I (Integrated), dan MA (Moving Average). 1 Secara umum, model ARIMA ditulis dengan ARIMA (p,d,q) yang berarti model ARIMA terdiri dari derajat AR (p), derajat pembeda d dan derajat MA (q). Selain memiliki fungsi peramalan secara kuantitatif berdasarkan deret waktu, juga dapat menggambarkan perkembangan suatu kegiatan atau kondisi tertentu. 2 Kondisi yang digambarkan bersifat umum, yang artinya dapat diaplikasikan pada bebagai fenomena berbeda seiring berjalannya waktu termasuk dalam bidang kesehatan masyarakat. Salah satu masalah kesehatan masyarakat yang patut menjadi perhatian adalah Demam Berdarah Dengue. Penyakit DBD di Kota Semarang merupakan penyakit endemis dan sering menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB). CFR