KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman Vol. 24 No. 2, Desember 2016: 221-236 Copyright (c)2016 by Karsa. All Right Reserved DOI: 10.19105/karsa.v24i2.889 Strategi Pemasaran Bank Syari’ah Melalui Pengangkatan Kiai sebagai Dewan Pengawas Syari’ah (DPS) di Madura Rudy Haryanto Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan e-mail: rudyharyanto76@yahoo.co.id Abstrak Madura, yang merupakan wilayah yang mayoritas berpenduduk Muslim, tentunya sangat kental dengan budaya dan tradisi keis- laman. Masyarakat Madura juga sangat taat pada syari’at Islam dan kiai. Karenanya, studi ini mengungkap tentang persepsi masyarakat Madura terhadap perbankan syari’ah dan bagaimana peran kiai ang- gota DPS sebagai public relation bagi perbankan syari’ah di Madura. Studi ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus di dua kabupaten di Madura, yaitu Ka- bupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep. Hasil studi ini me- nunjukkan bahwa masyarakat Madura memandang bahwa bank syari’ah sama dengan bank konvensional. Perbedaannya hanya pada kosa kata belaka dan penggantian bunga diganti dengan sistem bagi hasil. Karenanya, diperlukan keberadaan kiai sebagai anggota DPS. Kiai di Madura yang menjadi anggota DPS juga menjadi public rela- tion perbankan syari’ah yang sangat berpengaruh di kalangan ma- syarakat Madura. Dalam hal ini, masyarakat Madura memberikan simpati kepada kiai. Kata Kunci: Kiai, bank syari’ah, DPS, public relation, bagi hasil Abstract: Madura, which is a region that is predominantly Muslim, of course, very steeped in culture and tradition of Islam. Madurese community is also very diligent in shari'a and kiai. Therefore, this study reveals about the perceptions of Madurese community on the shari'a ban- king and how is the role of kiais who are DPS members as public relations for the shari’a banking in Madura. This study was con- ducted by using a qualitative method with a case study in two re- gencies in Madura, namely Pamekasan Regency and Sumenep Re- gency. This study shows that the Madurese community perceive that the shari’a bank same with the conventional bank. The difference is only in the mere vocabulary and replacing interest system by sharing system. Therefore, it is needed the existence of kiai as DPS. Kiai in