PENGARUH METODE LATIHAN S-CURVE RUNS TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN LARI 100 METER DITINJAU DARI RASIO PANJANG TELAPAK KAKI DAN TINGGI BADAN Jurnal Ilmiah Edu Research Vol. 7 No. 1 Juli 2018 49 PENGARUH METODE LATIHAN S-CURVE RUNS TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN LARI 100 METER DITINJAU DARI RASIO PANJANG TELAPAK KAKI DAN TINGGI BADAN (Studi Eksperimen Pada Siswa Sekolah Sepakbola Chevron Pekanbaru) Ridwan Sinurat Prodi Pendidikan Olahraga FKIP Universitas Pasir Pengaraian idonSinurat@gmail.com ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Pengaruh metode latihan s-curve runs terhadap peningkatan kecepatan lari 100 meter, (2) perbedaan peningkatan kecepatan lari 100 meter antara pelari yang memiliki rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan besar, sedang dan kecil. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Sepakbola Chevron Pekanbaru selama 8 minggu dengan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan desain faktorial 1 x 3. Populasi penelitian ini adalah siswa sekolah sepakbola chevron pekanbaru. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive Random Sampling, sampel yang diambil sebanyak 21 siswa, terdiri dari 7 siswa yang memiliki rasio panjang telapak kaki besar, 7 siswa memiliki rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan sedang, dan 7 siswa memiliki rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan kecil. Teknik analisis data menggunakan ANAVA. Sebelum menguji dengan ANAVA, terlebih dahulu digunakan uji prasyarat analisis data dengan menggunakan uji normalitas sampel (Uji Lilliefors dengan α = 0, 05) dan uji homogenitas varians (Uji Barlett dengan α = 0, 05). Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa (1) ada pengaruh yang signifikan antara latihan s-curve runs terhadap peningkatan kecepatan lari 100 meter, Fhitung = 10.54758> Ftabel = 4.07 (2) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pelari yang memiliki rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan besar, sedang dan kecil, Fhitung = 14.16068> Ftabel = 3.22, peningkatan hasil kecepatan lari 100 meter pada sampel yang memiliki rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan besar lebih baik dari sampel yang memiliki rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan sedang dan kecil, dengan rata-rata peningkatan masing-masing yaitu 2.43, 1.89 dan 1.51.Kesimpulan berdasarkan hasil analisis data yaitu (1) ada pengaruh yang signifikan antara latihan s-curve runs terhadap peningkatan kecepatan lari 100 meter. (2) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara siswa yang mempunyai rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan yang berbeda terhadap hasil lari 100 meter. Rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan besar lebih baik peningkatan kecepatan lari 100 meter dibandingkan dengan rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan sedang dan kecil Kata kunci: Metode latihan s-curve run, rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan, kecepatan lari 100 meter PENDAHULUAN Cabang Olahraga sepakbola merupakan salah satu cabang Olahraga yang saat ini sudah memasyarakat disemua lapisan masyarakat, baik dari usia anak-anak, remaja, dewasa, baik dari kalangan bawah, menengah maupun kalangan atas dan dari jenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Menurut Soekarman (1989:129), Sepakbola adalah olahraga yang memerlukan kecepatan dan menurut Michael Boyle (2004:20), sepakbola, senam dan Olahraga pada umumnya sangat memerlukan kecepatan. Maka dari itu seorang pesepak bola di wajibkan menguasai teknik-teknik, dan fisik dalam permainan sepakbola. Sebagai mana tujuan dari latihan (traning) adalah untuk membantu atlit meningkatkan keterampilan dan prestasinya semaksimal mungkin. Untuk mencapai hal itu, ada 4 aspek latihan yang perlu di perhatikan dan dilatih secara seksama oleh atlit, yaitu latihan fisik, teknik, taktik, mental. (Harsono, 1988:100).