JMK: JURNAL MEDIA KESEHATAN P-ISSN : 1979-5750 E-ISSN: 2654-5705 Riana Versita, Dedy Almasdy, Zaini Dahlan 27 POLA PENGGUNAAN DAN KERASIONALAN OBAT TERHADAP LAMA RAWATAN PADA PASIEN MALARIA DI RSUD Dr. M. YUNUS BENGKULU Riana Versita 1) , Dedy Almasdy 2) , dan Zaini Dahlan 3) 1 D3 Farmasi FMIPA Universitas Bengkulu 2 Fakultas Farmasi, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat 3 Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Yunus Bengkulu E-mail: riana.versita@unib.ac.id ABSTRACT Problems: Inappropriate use of antimalarials results in not achieving therapeutic goals, and the occurrence of resistance to antimalarials. The Aim of The Research: This study was aimed to describe the relationship of drug uses rasionality, disease severity and pattern of drug uses on Malaria at Dr. M. Yunus Bengkulu Hospital. Research Method: This was in observasional study with cross- sectional using datas of medical record with 78 respondens. The Results: Relation of socio- demographic characteristic in group of age was 4.314 times impacted than gender and education on changing diagnosis. Where moderate severity has longer duration of treatment than mild severity, while in cost of treatment was not significantly (p>0.05). In pattern of drug, single and combination was not significantly (p>0.05) on duration of treatment , in statistically, single drug uses was more effective but should be researched about relapse incidence on malaria patient which use single drug. Conclusions: Rationality of drug relations against duration of treatment was significantly (p<0.05), rational drug has shorter duration than irrational drug of treatment, so more effective and efficient. This study also showed DRP with improper drug selection was 34.26%. Keywords: Malaria, Bengkulu Hospital, Drug Evaluation ABSTRAK Permasalahan: Penggunaan antimalaria secara tidak tepat mengakibatkan tujuan terapi tidak tercapai, dan terjadinya resistensi terhadap antimalaria. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kerasionalan penggunaan obat dan pola penggunaan pada pasien malaria di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan Cross-Sectional menggunakan data rekam medik. Sampel penelitian berjumlah 78 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan hubungan karakteristik sosial demografi terhadap perubahan diagnosa, kelompok usia lebih berisiko dan berpengaruh 4,314 kali terhadap terjadinya perubahan diagnosa dibandingkan jenis kelamin dan pendidikan. Pada pola penggunaan obat terhadap lama rawatan diperoleh obat tunggal dan kombinasi tidak berbeda secara bermakna terhadap lama rawatan (p>0,05) secara statistik penggunaan obat tunggal lebih efektif tetapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kejadian relaps pada pasien malaria yang menggunakan obat tunggal. Kesimpulan: Hubungan kerasionalan obat terhadap lama rawatan perawatan berbeda secara bermakna (p<0.05), obat yang rasional mempunyai lama rawatan yang lebih singkat dibandingkan dengan obat tidak rasional, sehingga lebih efektif dan lebih efisien dapat menghemat anggaran belanja obat jika digunakan obat secara rasional. Hasil pengkajian antimalaria yang sudah tepat atau sesuai (34,26%). Kata kunci: Malaria,RSUD Dr.M.Yunus Bengkulu, Evaluasi Obat