ISSN : 2302-688X Sport and Fitness Journal Volume 3, No.3 : 13-25, Nopember 2015 13 PELATIHAN PRAKTEK DISTRIBUSI MENINGKATKAN KELINCAHAN MENGGIRING SEPAK BOLA DITINJAU DARI KEMAMPUAN MOTOR EDUCABILITY PADA MAHASISWA SEMESTER II PROGRAM STUDI PJKR UNIV.PGRI-NTT Oleh: Salmon Runesi*, I Dewa Putu Sutjana**, Lukas M. Boleng*** *Universitas Nusa Cendana **Ilmu Faal, Universitas Udayana, Bali ***Universitas Nusa Cendana ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan praktek distribusi meningkatkan kelincahan menggiring sepak bola ditinjau dari kemampuan motor educabilty.Penelitian dilakukan dengan Pretes-postes groupdesign pada mahasiswa semester II Program Studi PJKR Univ.PGRI-NTT, dengan jumlah sampel 28 orang yang dibagi menjadi dua kelompok dan setiap Kelompok berjumlah 14 orang. Kedua kelompok sama-sama diberikan pelatihan praktik distribusi dengan kemampuan motor educability tinggi dan kemampuan motor educability rendah yang dilakukan selama 8 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali setiap minggu.Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif terhadap varian umur, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, kebugaran fisik dan kemampuan motor educability pada kedua kelompok yang datanya diambil sebelum penentuan sampel dan pelaksanaan pelatihan. Uji Normalitas menggunakan Shapiro-Wilk Tes dan Uji Homogenitas dengan Leven’s Tes. Uji t-paired untuk mengetahui selisih waktu tempuh kelincahan menggiring sepak bola pada kelompok I (motor educability tinggi) dengan rerata sebelum pelatihan 15.217±0.496 detik, dan rerata sesudah pelatihan 10.719±0.470 detik dengan beda = 4.497 detik dan persentase peningkatan 29.52 % (p<0.05). Sedangkan pada kelompok 2 (motor educability rendah) dengan rerata sebelum pelatihan 15.746±0.662 detik, dan rerata sesudah pelatihan 12.105±0.565 detik dengan beda = 3.640 detik dan persentase peningkatan 23.12 % (p<0.05). Hasil perbedaan efek penurunan waktu tempuh kelincahan menggiring sepak bola diuji dengan t-independent antar kelompok sebelum dan sesudah pelatihan pada batas kemaknaan α = 0.05. Rerata waktu tempuh sebelum pelatihan dengan nilai p ˃0.05, yang berarti kondisi awal adalah sama dan sesudah pelatihan memiliki nilai p<0.05.Hasil tersebut menunjukkan bahwa kelompok motor educability tinggi dan motor educability rendah sama-sama memberi efek peningkatan kelincahan menggiring sepak bola dengan menurunnya waktu tempuh (p<0.05). Namun peningkatan kelincahan menggiring sepak bola dengan menurunnya waktu tempuh pada motor educability tinggi lebih baik dibandingkan dengan motor educability rendah. Disarankan lebih diintensifkan pada kemampuan motor educability tinggi dalam proses pelatihan, rekrutmen atlet maupun pelaksanaan aktivitas gerak, karena lebih memberi efek peningkatan. Kata Kunci : Kelincahan, menggiring sepak bola, latihan distribusi, motor educability.