Journal of Borneo Holistic Health, Volume 3 No. 1 Juni 2020 hal 48-57 P ISSN 2621-9530 e ISSN 2621-9514 IMPLEMENTASI BIMBINGAN ISLAMI BAGI MUSLIMAH PADA MASA NIFAS DI RS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Machfudloh 1 , Hanifatur Rosyidah 2 , Nurul Fadlila 3 1,2, 3 Prodi Kebidanan FK Unissula Semarang *Email : machfudloh@unissula.ac.id Abstrak Bimbingan islami bagi muslimah pada masa nifas merupakan wujud kepedulian RSI Sultan Agung Semarang agar tebentuknya rasa sayang ibu dan rasa sayang ke bayinya. Bimbingan yang dilakukan yaitu penjelasan darah nifas, menyusui secara islam, dan kewajiban orang tua terhadap anak.Bimbingan masa nifas ini dilakukan dengan tujuan agar pada masa nifas berjalan dengan baik sesuai kaidah islam, namun peran serta tenaga kesehatan, pasien, keluarga dan steakholder menjadi kunci terwujudnya tujuan tersebut. Tujuan penelitian adalah menganalisa sejauh mana implementasi bimbingan islami bagi muslimah pada masa nifas di RSI Sultan Agung Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitis. Variabel independent adalah implementasi.Variabel dependent adalah hambatan-hambatan yang terjadi. Populasi penelitian ini adalah tenaga kesehatan, pasien, dan steakholder di RSI Sultang Agung Semarang. Lokasi di RSI Sultan Agung Semarang. Data yang digunakan data primer dengan instrument berupa lembar kuesioner/wawancarat. Analisa data menggunakan metode kualitatif. Hasil Penelitian adalah bimbingan islami bagi muslimah pada masa nifas di RSI Sultan Agung Semarang sudah dilaksanakan secara langsung (face to face) maupun tidak langsung sejak tahun 2012, Materi yang disampaikan mengalami perbaikan buku sebanyak 7 kali dengan adanya masukan dari pasien, pasien termotivasi, menambah ilmu pengetahuan dan memberikan dukungan moral spiritual pada pasien dan keluarganya. Adapun hambatannya adalah jumlah petugas kerohaniaan BPI (Bimbingan dan pelayanan Islami) yang tidak seimbang dengan jmlah pasien, dimana jumlah petugas hanya 4 orang petugas kerohanian perempuan yang dikhususkan untuk memberikan bimbingan bagi wanita hamil, melahirkan dan menyusui. Selain itu hambatan lainnya adalah jam kerja petugas kerohaniaan yaitu jam 07.00-14.00 dan tidak shif, sehingga terdapat pasien yang tidak mendapatkan bimbingan tersebut. Kata kunci : Implementasi, Bimbingan Islami, Nifas Abstract Implementation Of Islamic Guidelines For Muslimah In The Principles In Sultan Agung Semarang Islamic Hospital. Islamic guidance for Muslim women in childbirth is a form of concern at the Sultan Agung Hospital in Semarang so that the formation of maternal affection and affection to her baby. Guidance is carried out namely the explanation of puerperal blood, breastfeeding in Islam, and the obligations of parents to children. Guidance for childbirth is carried out with the aim that during the puerperium goes well according to Islamic rules, but the role of health workers, patients, families and steakholders are key the realization of these goals.The purpose of the study was to analyze the extent of the implementation of Islamic guidance for Muslim women during the childbirth at RSI Sultan Agung Semarang. This research uses descriptive analytical research. The independent variable is implementation. The dependent variable is the obstacles that occur. The population of this research is health workers, patients, and steak holders at Sultang Agung Hospital, Semarang. Location at RSI Sultan Agung Semarang. The data used primary data with instruments in the form of questionnaire / interview sheets. Analysis of data using qualitative methods. The results of the study are Islamic guidance for Muslim women in childbirth at RSI Sultan Agung Semarang has been carried out directly (face to face) or indirectly since 2012, the material submitted improved books 7 times with the input from patients, motivated patients, adding science and provide spiritual moral support to patients and their families. The obstacle is that the number of BPI (Islamic Guidance and Islamic service) spiritual officers is not balanced with the number of patients, where there are only 4 female spiritual officers who are devoted to providing guidance for pregnant, childbirth and breastfeeding women. Besides other obstacles, the clerical officer working hours are 07.00-14.00 and not shif, so there are patients who do not get the guidance. Keywords: Implementation, Islamic guidance, Postpartum