Jurnal Hubungan Internasional □ Tahun XIII, No. 2, Juli - Desember 2020 235 Johana Imanuella dan Maria Indira Aryani Upaya Gastrodiplomasi Indonesia di Korea Utara Johana Imanuella dan Maria Indira Aryani Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur ABSTRAK Sejarah telah mencatat krusialnya peran makanan dalam kehidupan. Lebih dari sekadar sebuah kebutuhan pokok manusia, makanan dapat menjadi faktor pemersatu maupun pemecah masyarakat, menunjukkan lebih lanjut peran krusialnya dalam peradaban. Hal ini menyebabkan kemunculan praktik gastrodiplomasi—sebuah praktik diplomasi kebudayaan lintas- batas negara melalui makanan. Indonesia menjadi salah satu negara yang telah mempraktekkan gastrodiplomasi dengan memberdayakan kuliner kebanggannya. Salah satu negara tujuan gastrodiplomasi Indonesia adalah Korea Utara. Dalam berbagai kesempatan, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pyongyang kerap mempromosikan makanan Indonesia melalui demo memasak, bazar, atau dalam berbagai jamuan formal. Selain itu, Indonesia juga telah membuka gerai produk Indonesia pertama di Pyongyang yang memasarkan produk-produk makanan Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan upaya-upaya gastrodiplomasi yang dilakukan Indonesia di Korea Utara dan memetakannya berdasarkan berbagai strategi kampanye gastrodiplomasi. Kata-kata Kunci: Gastrodiplomasi, Indonesia, Korea Utara, Strategi Kampanye History has recorded the crucial role of food in life. More than just a basic human need, food can be a unifying and dividing society, further demonstrating its crucial role in civilization. This led to the emergence of the practice of gastrodiplomacy — a practice of cross-border cultural diplomacy through food. Indonesia is one of the countries that has practiced gastrodiplomacy by empowering its culinary pride. One of the destinations for Indonesian gastrodiplomacy is North Korea. On various occasions, the Embassy of the Republic of Indonesia in Pyongyang has often promoted Indonesian food through cooking demonstrations, bazaars, or various formal banquets. Besides, Indonesia has also opened its frst Indonesian product outlet in Pyongyang, which markets Indonesian food products. This article aims to show Indonesia’s gastrodiplomacy eforts in North Korea and map them based on various gastrodiplomacy campaign strategies. Keywords: Gastrodiplomacy, Indonesia, North Korea, Campaign Strategy