74 REDESAIN PASAR BERSEHATI DI MANADO Green Architecture Michelle A. M. Nangoy 1 Hanny Poli 2 Alvin J. Tinangon 3 ABSTRAK Pasar tradisional merupakan pusat kegiatan sosial dan ekonomi dari masyarakat, begitu juga dengan Pasar Bersehati yang merupakan salah satu pasar terbesar di Kota Manado. Namun, eksistensinya mulai berkurang akibat pesatnya pertumbuhan pasar-pasar modern. Untuk itu redesain dibutuhkan untuk menghadirkan pasar yang nyaman, aman serta representatif dari segi arsitektural sehingga mampu memaksimalkan fungsinya kembali dan mengubah citra pasar yang terkesan kumuh. Metode perancangan dilakukan melalui studi terhadap tipologi objek, tema (Green Architecture) serta kajian tapak dan lingkungannya. Dalam perancangan ini, proses desain yang dipakai pada model desain generasi II yang dikembangkan oleh John Zeizel, yang merupakan proses desain yang berulang teruse menerus (Cyclical/spira). Pada prosesnya, data-data yang melatar-belakangi hadirnya perancangan ini dikumpulkan secara logis dan rasional kemudian dikaji untuk mendapatkan solusi. Pengembangan wawasan dibutuhkan untuk mendapatkan gagasan awal yang nantinya dikaji kembali sampai didapatkan hasil perancangan yang kemudian ditransformasi ke dalam bentuk gambar desain. Pasar yang ada nantinya akan menjadi sebuah kawasan yang tertata dengan baik serta memiliki fungsi yang maksimal. Dengan pengaturan lapak sesuai jenis dagangan dan koridor yang luas mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjung pasar. Penerapan tema green architecture menghasilkan bangunan yang ramah lingkungan, hemat energi serta penerapan utilitas yang maksimal untuk menunjang aktifitas didalam pasar. Kata kunci: Pasar Bersehati, redesain, Green Architecture LATAR BELAKANG Pasar Tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli dengan proses tawar- menawar. Dalam suatu daerah atau wilayah, pasar menjadi pusat dari kegiatan perekonomian masyarakat. Karena dalam suatu pasar banyak masyarakat yang terlibat langsung didalamnya, diantaranya sebagai pedagang, pembeli, pengelola pasar, dan sebagai pemasok barang bagi mereka yang dapat menghasilkan barang sendiri dan ingin memasarkan barang produksinya tersebut. Pertumbuhan pasar modern yang pesat sangat berdampak pada keberadaan pasar tradisional. Namun, kehadiran pasar modern bukan merupakan penyebab utama tersisihnya pasar tradisional. Kesan kumuh selalu menjadi masalah disetiap pasar tradisional. Selain itu tampilan pasar modern yang lebih menarik serta pengaturan yang maksimal membuat masyarakat lebih memilih untuk berbelanja di sana. Untuk itu, perlu adanya sebuah tindakan untuk menyelesaikan masalah-masalah diatas. Relokasi dan redesain merupakan solusinya, namun dengan pertimbangan nilai historis dari pasar ini, maka redesain merupakan pilihan terbaik. Sebagaimana yang tertera dalam RTRW Kota Manado Tahun 2014 - 2034 dimana salah satu sasaran pembangunan Pemerintah Kota Manado adalah pasar dan pusat perbelanjaan yang bersih sebagai utilitas kota yang mendukung kegiatan kepariwisataan. Selain itu, daerah kota tua dan Pasar Bersehati terlihat bahwa nilai sosial dan ekonominya menurun namun memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang. RUMUSAN MASALAH 1 Mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur Universitas Sam Ratulangi 2 Dosen Pengajar Arsitektur Universitas Sam Ratulangi 3 Dosen Pengajar Arsitektur Universitas Sam Ratulangi