Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah Volume 1, Nomor 1, November 2016 www.jim.unsyiah.ac.id/JFP Coresponding author: revi_007@yahoo.com 195 JIM Pertanian Unsyiah - AGT, Vol. 1, No. 1, November 2016: 195-203 Keefektifan Cendawan Metarhizium brunneum Petch Pada Hama Rayap Perusak Tanaman Pala Di Laboratorium (The Effectiveness Of Metarhizium brunneum Petch Fungi In Termite Pest Plant Destroyer Nutmeg In The Laboratory) Muhammad Rezza Fahlevi 1 , Muhammad Sayuthi 1 , Alfian Rusdy 1 1 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Darussalam – Banda Aceh Email: revi_007@yahoo.com Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu kematian rayap setelah diinfeksi oleh cendawan M. brunneum sebagai biotermitisida di Laboratorium serta untuk mendapatkan konsentrasi yang efektif dari cendawan entomopatogen M. brunneum dalam mengendalikan hama rayap pada tanaman pala. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama dan Lamoratorium Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala mulai dari bulan September 2015 sampai Februari 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri atas 6 taraf perlakuan dengan 4 ulangan sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa mortalitas C. curvignathus tertinggi dijumpai pada aplikasi 10 10 konidia/9 ml aquades dan 10 6 konidia/9 ml aquades yaitu 100% dengan masa inkubasi M. brunneum mulai tampak pada 1,83 hari setelah aplikasi pada perlakuan 10 10 konidia/9 ml aquades dan mampu menghambat kemampuan makan rayap hingga 50,77%. Rata-rata waktu kematian C. curvignathus mencapai 100% kurang dari 4 hari setelah aplikasi Kata kunci : C. curvignathus, M. brunneum, tanaman pala, Biotermitisida. Abstract. This research aims to know the time of the death of termites after infection by fungi M. brunneum as biotermitiside in the laboratory as well as to get an effective concentration of verticillium M. brunneum in termite pest control at the plant. Research done in the laboratory of pest and plant disease laboratory of the Faculty of Agriculture University of Syiah Kuala starting from September 2015 Fund February 2016. This study used a Randomized Complete Design (RAL) non factorial of 6 degrees of treatment with 4 repeats so there are 24 units of the experiment. Based on the research results obtained that the mortality of C. curvignathus highest 10 10 application found at conidia/9 ml aquadest and conidia 10 6 /9 ml aquadest 100% valid with an incubation period of M. brunneum began looking at 1.83 days after application at the treatment conidia 10 10 /9 ml aquadest and capable of inhibiting the ability to eat termites to 50,77%. The average time of death C. curvignathus achieve 100% less than 4 days after application Keywords: C. curvignathus, M. brunneum, nutmeg plants, Biotermitiside. PENDAHULUAN Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt ) merupakan tanaman asli Indonesia, karena tanaman ini berasal dari Maluku. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa, pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau