KURVATEK Vol. 4, No. 2, November 2019, pp.45-52 ISSN: 2477-7870 45 Received November 20, 2019; Revised November 29, 2019; Accepted November 30, 2019 ANALISIS LAJU KOROSI MATERIAL AA7050 DI LINGKUNGAN 3,5% NaCl DENGAN PENAMBAHAN INHIBITOR Na2WO4 Anita Susiana 1 , M.N Ilman 2 1 Institut Teknologi Nasional Yogyakarta Jalan Babarsari Caturtunggal, Depok, Sleman, D.I.Yogyakarta 55281 2 Universitas Gadjah Mada Jalan Grafika No.2, Yogyakarta 55281 1 Email: anita@itny.ac.id Abstrak Aluminium merupakan salah satu logam ringan yang paling banyak digunakan di dunia industri termasuk industri pesawat terbang saat ini karena beberapa keunggulan diantaranya memiliki kekuatan tarik yang relatif tinggi, mempunyai sifat mampu bentuk (formability) yang baik, bersifat non magnetik serta tahan terhadap korosi. Aluminium merupakan logam yang sangat aktif, karena apabila berada di lingkungan yang mengandung oksigen, akan bereaksi untuk membentuk lapisan tipis oksida transparan diseluruh permukaannya yang terbuka. Selaput inilah yang mengendalikan laju korosi dan melindungi logam dibawahnya. Oleh karena itu, komponen-komponen yang terbuat dari aluminium dan paduan- paduannya biasanya memiliki umur yang panjang. Tetapi, jika selaput ini rusak dan tidak dapat dipulihkan lagi, korosi logam akan terjadi dengan cepat termasuk logam aluminium paduan 7050. Penggunaan inhibitor merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk melindungi logam dari korosi. Inhibitor ditambahkan untuk mengurangi reaksi antarmuka logam dengan lingkungan, dimana terbentuk lapisan pasif yang menghambat laju pertukaran ion-ion pada logam. Metode penelitian uji laju korosi menggunakan metode polarisasi potensiodinamik dilingkungan 3,5% NaCl. Jenis Inhibitor yang digunakan adalah inhibitor anorganik Na2WO4 dengan variasi konsentrasi 0,1%, 0,3%, 0,5% dan 0,7%. Pengujian material yang dilakukan sebagai data penunjang meliputi uji komposisi, uji tarik, uji kekerasan dan uji struktur mikro. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa konsentrasi optimal inhibitor untuk material aluminium paduan 7050 dilingkungan 3,5% NaCl yaitu pada konsentrasi 0,3% Na 2WO4 dengan angka laju korosi sebesar 0,28 mpy. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan spesimen uji korosi tanpa menggunakan inhibitor yaitu sebesar 2,42 mpy. Penurunan laju korosi terjadi karena adanya inhibitor yang ditambahkan untuk mengurangi reaksi antarmuka logam dengan lingkungan. Terjadinya penurunan angka laju korosi menunjukkan adanya pergeseran ke arah positif yang berarti terjadi proses adsorpsi dan terbentuk lapisan pelindung pada permukaan logam sehingga proses oksidasi dapat ditahan. Penurunan laju korosi terjadi karena adanya inhibitor yang ditambahkan untuk mengurangi reaksi antarmuka logam dengan lingkungan. Kata kunci: Aluminium 7050, pesawat, korosi, inhibitor, Na2WO4 Abstract Aluminum is one of the light metals that are most widely used in the industrial world including the aircraft industry today because of several advantages of having relatively high strength, good formability, both nonmagnetic and corrosion's resistant. Aluminum is a very active metal because it is stored in an oxygen-containing environment, making it easy to form a thin layer of transparent oxide on its exposed surface. It is this membrane that controls the rate of corrosion and protects the metal underneath. Therefore, components made of aluminum and its alloys have a long life. However, if this membrane is damaged and cannot be recovered again, metal corrosion will occur quickly including 7050 aluminum alloy metal. The use of inhibitors is one way that can be used to use metals from corrosion. Inhibitors are added to reduce reactions between metals and the environment when they are formed. The research method of corrosion rate testing uses the potentiodynamic polarization method in the environment of 3.5% NaCl. The type of inhibitors used are inorganic Na2WO4 inhibitors with various concentrations of 0.1%, 0.3%, 0.5% and 0.7%. Material testing is performed as a support for composition test data, tensile testing, and microstructure testing. The results of this study prove that the optimal inhibitor concentration for 7050 aluminum alloy material in a 3.5% NaCl environment is at a concentration of 0.3% Na2WO4 with a corrosion rate of