ISSN 0853 2788 JKTI, Vol. 17, No. 2, Desember 2015: 185-193 Akreditasi No: 540/AU1/P2MI-LIPI/06/2013 185 STANDARDISASI EKSTRAK PEGAGAN, CENTELLA ASIATICA SEBAGAI OBAT HERBAL TERSTANDAR HEPATOPROTEKTOR STANDARDIZATION OF PEGAGAN EXTRACT, CENTELLA ASIATICA AS HEPATOPROTECTIVEHERBAL MEDICINE Puspa Dewi N Lotulung 1) , Sri Handayani 2) , Teni Ernawati 1) , Tri Yuliani 1) , Nina Artanti 1) dan Tjandrawati Mozef 2) 1) Pusat Penelitian Kimia-LIPI, Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan 15314 2) Pusat Penelitian Kimia-LIPI, Jl. Cisitu-Sangkuriang Bandung 40135 Email : puspade@yahoo.com Diterima : 10 Agustus 2015, Revisi : 11 September 2015, Disetujui : 13 Nopember 2015 ABSTRAK Produk obat herbal/produk jamu yang berasal dari tanamanakan dipengaruhi dari kualitas bahan baku. Kualitas bahan baku tanaman juga akan dipengaruhi berbagai faktor; baik itu kondisi tanah, budidaya, pasca panen maupun pada saat pengolahan bahan baku menjadi simplisia ataupun ekstrak. Oleh karena itu, untuk membuat obat herbal diperlukan standarisasi ekstrak agar dihasilkan obat herbal yang memiliki kualitas dan fungsi efektivitas yang sama dalam setiap prosesnya.Dari studi pendahuluan yang telah dilakukan, Centella asiatica merupakan salah satu tanaman potensialsebagai sumber senyawa hepatoprotektor.Uji in vivo dan in vitro terhadap ekstrak tanaman pegagan telah menunjukkan hasil yang sangat baik. Ekstrak etil asetat 17,5 mg/kg BB dan butanol 228,8 mg/kg BB pegagan dibuktikan mempunyai efek hepatoprotektor pada uji in vivo menggunakan mencit yang diinduksi oleh CCl 4 . Ekstrak etil asetat mampu menurunkan kadar enzim alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase (AST) sebesar 56% dan 44% berturut-turut, sementara ekstrak butanol mampu menurunkan kadar enzim AST sebesar 3%. Standarisasi ekstrak pegagan yang dilakukan di dalam penelitian ini adalah karakterisasi ekstrak berupa parameter non spesifik dan spesifiksesuai acuan dari PPOMN (Depkes RI, 2000) meliputi; kadar susut pengeringan, kadar abu, cemaran mikroba angka lempeng total, kadar senyawa yang larut dalam air, kadar senyawa yang larut dalam etanol, uji fitokimia, kadar total fenolik, kadar total flavonoid dan penentuan logam berat Pb dan Cd.Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter non spesifik untuk ekstrak etanol pegagan telah memenuhi persyaratan Farmakope Herbal tahun 2008 yang meliputi; penentuan kadar susut pengeringan ≤ 10 %, kadar abu ≤ 16.6 % dan cemaran mikroba negatif. Demikian pula untuk parameter spesifik yang dilakukan untuk ekstrak etanol pegagan, telah memenuhi persyaratan Farmakope Herbal tahun 2008. Kata Kunci: Centella asiatica, pegagan, hepatoprotektor, obat herbal terstandar, parameter spesifik dan parameter non spesifik ABSTRACT Herbal medicinal products would be affected by the quality of raw materials. In turn, the quality of raw material will also be influenced by various factors such as soil conditions, cultivation, post-harvest processing, and the processing of raw materials into crude drug or extract. Therefore, in order to make good herbal medicines, it is necessary to make standardization of herbal extracts that produced herbal medicines that have the same quality and functions of effectiveness in each process. From preliminary studies that have been done, Centella asiatica is one of the potential plants as a source of hepatoprotective compounds. Test in vivo and in vitro against Centella asiatica extracts have shown very good results. Ethyl acetate extract with 17.5 mg/kg of doses body weight and butanol 228.8 mg/kgof doses body weight has been applied for in vivo test using mice induced by CCl 4 ; theydemonstrated hepatoprotective effects. Ethyl acetate extracts were able to reduce levels of the enzyme alanine aminotransferase (ALT) and aspartate aminotransferase (AST) by 56 % and 44 % respectively while butanol extract can reduce the enzymes AST levels by 3%. Standardizationof Centella asiatica extract performed in this study was the characterization of the extract in the form of non-specific and specific parameters corresponding to the reference of PPOMN