1 Alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 2 Fakultas Pertanian Gadjah Mada, Yogyakarta 3 Peneliti Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor KETAHANAN KLON SOMATIS NILAM (Pogostemon cablin Benth.) TERHADAP Ralstonia solanacearum PATCHOULI (Pogostemon cablin Benth.) SOMATIC CLONES RESISTANCE TO Ralstonia solanacearum Arfita Sari 1 , Aziz Purwantoro 2 , Endang Hadipoentyanti 3 INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik inokulasi yang paling tepat dalam seleksi ketahanan somaklon nilam terhadap R. solanacearum penyebab penyakit layu bakteri, mengetahui ada tidaknya peningkatan ketahanan terhadap bakteri layu pada somaklon nilam yang diinduksi mutasi in vitro dan diiradiasi dengan sinar gamma, serta mengetahui ada tidaknya somaklon yang tahan terhadap R. solanacearum penyebab penyakit layu bakteri. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) yang berlokasi di Kampus Pertanian Cimanggu, Bogor pada bulan Januari - Juni 2009. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 2 x 8 dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu perlakuan inokulasi (tusuk dan siram) sedangkan faktor kedua yaitu somaklon nilam (Tapak Tuan dan Sidikalang), somaklon nilan hasil irradiasi (1,5 krad; 3,5 krad; dan 4,5 krad) dan somaklon nilam hasil irradiasi yang telah melalui seleksi in vitro dengan filtrat bakteri (2 krad F4; 5,5 krad F4; dan 6 krad F2). Hasil percobaan menunjukkan bahwa teknik inokulasi yang paling tepat dalam seleksi ketahanan somaklon nilam terhadap layu bakteri adalah teknik tusuk, pada somaklon nilam yang diinduksi mutasi in vitro dan irradiasi sinar gama tidak ada peningkatan ketahanan somaklon nilam terhadap layu bakteri, dan somaklon yang tahan terhadap R. solanacearum adalah somaklon Tapak Tuan. Kata kunci: seleksi ketahanan, nilam, layu bakteri ABSTRACT This study aimed to (1) determine the most appropriate inoculation technique in the selection of patchouli soma clone resistance to R. solanacearum which causes bacterial wilt disease, (2) determine if there is an increase in resistance to bacterial wilt in soma clone patchouli-induced mutations in vitro and irradiated with gamma rays, and (3) determine whether there is a resistance to R. solanacearum which causes bacterial wilt disease. The research was conducted in the Research Institute Medicinal and Aromatic Plants (IMACRI) greenhouse located at the Cimanggu Agricultural Campus, Bogor in January-June 2009. The field experiment was arranged in 2 Factor Completely Randomized Design (CRD) with three replications. The first factor was the inoculation treatment (puncture and water) while the second factor was patchouli soma clone (Tapak Tuan and Sidikalang), patchouli soma clone the irradiation (1.5 krad; 3.5 krad, and 4.5 krad) and selected patchouli soma clone through in vitro selection with bacterial filtrate (2 krad F4: 5.5 F4 krad; and 6 krad F2).