Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika (JPIF) Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut p-ISSN: 2798-9488 e-ISSN: 2798-334X 69 ANALISIS PENGGUNAAN SIMULASI INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN PADA TOPIK HUKUM COULOMB A. Sadidah 1 *, A.I. Irvani 2 1 SMP Negeri 1 Cisurupan - Garut Jl. Raya Cisurupan No. 154, Cisurupan, Garut. 2 Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut e-mail: aisadidah@gmail.com Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan PhET Interactive Simulations sebagai pendukung maupun penganti laboratorium real dalam pembelajaran IPA materi pokok Hukum Coulomb. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan simulasi interaktif dalam pembelajaran pada topik Hukum Coulomb memberikan respons positif siswa dalam menemukan hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya Coulomb, respons baik dalam antusiasme pembelajaran dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik, karena simulasi interaktif dapat menjelaskan konsep yang abstrak dan dalam penggunaannya tidak memerlukan waktu yang banyak. Kata kunci: Hukum Coulomb, Pembelajaran IPA, PhET, Simulasi Interaktif 1 Pendahuluan Salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dipelajari di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah Fisika. Beberapa konsep dalam Fisika termasuk konsep abstrak. Karakteristik beberapa konsep yang abstrak dalam Fisika, menyebabkan adanya kesulitan tersendiri dalam visualisasi dan penyampaiannya kepada peserta didik. Konsep abstrak merupakan konsep yang sulit divisualisasikan atau ditampilkan prosesnya secara langsung melalui kegiatan laboratorium nyata sekalipun. Hal ini kemudian berimplikasi pada rendahnya penguasaan konsep dan perolehan hasil belajar peserta didik. Pembelajaran yang masih kurang menekankan peran aktif peserta didik merupakan salah satu faktor yang menjadi penyebab kesulitan peserta didik dalam memahami materi Fisika. Pembelajaran seharusnya mampu menciptakan lingkungan yang dapat membantu peserta didik memahami konsep dan proses sains. Hal ini terkait dengan IPA sendiri yang dimaknai sebagai proses meliputi keterampilan proses dan sikap ilmiah yang diperlukan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan. Keterampilan proses sains adalah keterampilan yang digunakan peserta didik untuk menyelidiki dunia di sekitar mereka dan untuk membangun konsep ilmu pengetahuan, sedangkan sikap ilmiah adalah bagaimana para ilmuwan bersikap ketika melakukan proses dalam mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut (Zubaidah, 2018: 3). Pembelajaran Fisika selama ini dianggap tidak menarik karena hanya menekankan pada rumus-rumus matematik saja, sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dibuatkan media pembelajaran Fisika