Jurnal Ilmiah Inovator, Edisi Maret 2018 14 Digitalisasasi Bank Terhadap Peningkatan Pelayanan Dan Kepuasan Nasabah Bank Asti Marlina, Widhi Ariyo Bimo Fakultas Ekonomi Universitas Ibn Khaldun Bogor, Indonesia astimarlina@yahoo.com Abstrak Pelaku industri di sektor perbankan tidak hanya dituntut untuk menerapkan teknologi digital, namun juga mampu dalam menangkap berbagai peluang dengan lebih memahami perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah ke ranah digital yang dapat lebih memudahkan kebutuhan transaksi nasabahnya. Dengan penggunaan teknologi digital yang kian meningkat, konsumen Indonesia telah terbiasa dan memilih layanan yang lebih cepat, transparan, luas, dan dapat dipersonalisasikan dengan kebutuhan nasabah Parasuraman, Zeithaml, dan Berry dalam Kotler (1997 : 53) menentukan lima dimensi kualitas pelayanan meliputi: tangibles (bukti langsung), reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan) dan empathy (empatiPenggunaan Digital Banking merupakan salah satu elemen dari penilaian kepuasan pelanggan yaitu Keandalan dan daya tanggap. Dengan menerapkan digital banking, bank berharap bahwa ia dapat diandalkan dan memiliki daya tanggap yang tertinggi terhadap kebutuhan nasabah. Berdasarkan analisis data yang telah diuji dalam penelitian ini, maka dapat dijelaskan bahwa ada pengaruh yang positif penggunaan Digital Banking di BTN Syariah dengan kepuasan nasabah. Selama ini nasabah sudah merasa puas dan terbantu dengan adanya digital banking ini. Kata Kunci : Digital Bank, Kepuasan Nasabah. I.Pendahuluan Latar Belakang Digitalisasi telah melakukan revolusi keseluruh sendi kehidupan kita bersama, apapun kebutuhannya, semuanya bisa terlayani dalam satu genggaman, sehingga memudahkan kebutuhan dan aktivitas masyarakat. Bagi Perbankan, digitilasi bukanlah sebuah pilihan tetapi menjadi keharusan dan kewajiban. Karena nasabah mengharapkan adanya kecepatan, kemudahan, fleksibilitas, kenyaman dan tersedia layanan 7 x 24 jam. Untuk itu, beberapa perbankan di Indonesia mengkampanyekan bahkanmenginvestasik an untuk melakukan transformasi menjadi layanan digital. Tranformasi digital dianggap sebagai cara baru berbisnis